AXA Mandiri & AXA Dorong Profesi Aktuaris Indonesia Lebih Maju
Kamis, 22 November 2018 | 15:46 WIB
Yogyakarta - AXA Mandiri & AXA menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program beasiswa, pelatihan dan magang bagi mahasiswa lulusan program studi (prodi) S1 Matematika dan Statistika. Mereka juga diberi kesempatan berkarir di AXA Mandiri & AXA. Langkah ini sebagai wujud mengembangkan profesi aktuaris di industri asuransi jiwa dan umum di Indonesia.
Chief Human Resources Officer AXA Indonesia, Rudy F. Manik, kolaborasi antara AXA Mandiri & AXA dengan UGM dalam pengembangan profesi aktuaris merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak aktuaris di masa depan sehingga mendukung kesinambungan bisnis perseroan di Indonesia serta mengembangkan profesi aktuaris. "Program beasiswa ini juga untuk menjawab kebutuhan tenaga aktuaris yang diprediksi terus meningkat di AXA Mandiri & AXA seiring semakin sadarnya masyarakat melindungi dirinya di masa depan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11).
Program ini kata dia, sejalan dengan pengembangan 1.000 aktuaris Indonesia yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan data Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI), tenaga aktuaris di Indonesia masih rendah yakni hanya sekitar 500 orang, sedangkan kebutuhan masyarakat akan perlindungan jiwa dan kesehatan diprediksi terus meningkat.
Rudy mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kesinambungan perusahaan merespons positif inisiatif OJK dalam memperkuat industri asuransi di Indonesia sekaligus selaras dengan tujuan utama perusahaan "Empower People to Live a Better Life".
Kerja sama kedua institusi ini telah dimulai sejak tahun 2016 dimana terdapat penandatanganan nota kesepahaman jangka panjang selama 5 tahun (2016-2021) yang ditandatangani perusahaan dan Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.
Selain program magang dan kesempatan berkarir, kolaborasi perusahaan dan UGM membuka peluang untuk dapat saling bertukar tenaga pengajar dan praktisi di industri asuransi guna menciptakan pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman.
Selain itu AXA Mandiri & AXA bersama-sama melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat seperti edukasi literasi keuangan yang diharapkan membuat lebih banyak masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan dan proteksi. "Kami berharap program pengabdian masyarakat bersama ini juga akan membantu tercapainya inklusi keuangan yang digagas oleh pemerintah Indonesia," jelas Rudy.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia FMIPA UGM Gunardi menyambut baik kerja sama pengembangan tenaga aktuaris serta program literasi keuangan bersama ini. "Kegiatan ini akan bermanfaat bagi mahasiswa UGM, serta masyarakat. Terlebih lagi mereka semua akan lebih sadar akan pentingnya literasi keuangan serta pengelolaan risiko di masa depan," kata dia.
Dosen program studi Ilmu Aktuaria UGM, Danang Teguh Qoyyimi menjelaskan, aktuaria adalah bidang ilmu yang menggunakan teori probabilitas, matematika, statistika, dan ekonomi untuk mengukur dampak finansial atas kejadian tak tentu di masa yang akan datang.
Dosen yang baru saja menyelesaikan studinya di University of Waterloo, Kanada ini menambahkan, lulusan Program Studi Aktuaria UGM diharapkan memiliki kemampuan teknikal yang sangat baik, memperhatikan actuarial control cycle dan etika profesi dalam pekerjaannya, serta memiliki kemampuan yang setara dengan Ajun Aktuaris atau ASAI (Associate of the Society of Actuaries of Indonesia) sesuai dengan standar PAI (Persatuan Aktuaris Indonesia).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




