Hingga Kuartal III, Laba Antam Melambung 290%
Sabtu, 1 Desember 2018 | 13:14 WIB
Jakarta- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) hingga kuartal III-2018 mencatat laba bersih sebesar Rp 631,12 miliar, atau tumbuh signifikan 290 persen dibandingkan periode yang sama 2017 yang merugi Rp 331,47 miliar. Naiknya penjualan menjadi pemicu lonjakan laba perusahaan tambang mineral pelat merah itu.
"Penjualan bersih Antam pada sembilan bulan pertama 2018 tercatat sebesar Rp 19,95 triliun, tumbuh 187 persen dibandingkan penjualan periode yang sama 2017 Rp 6,96 triliun," demikian keterangan tertulis Antam yang diterima redaksi, Sabtu (1/12).
Laba usaha hingga kuartal III-2018 mencapai Rp 1,93 triliun, atau tumbuh signifikan 732 persen dibandingkan perioe yang sama 2017 mencapai Rp 232,89 miliar. Adapun Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) naik 96 persen menjadi Rp 2,14 triliun dibandingkan kuartal III-2017 sebesar Rp 1,09 triliun. "Adapun nilai kas dan setara kas sebesar Rp 5,81 triliun," tulis keterangan Antam.
Peningkatan profitabilitas juga didukung tingkat efisiensi yang tercatat sebesar Rp 15,67 miliar pada kuartal III-2018 atau 97 persen dari target efisiensi tahun 2018.
Hingga kuartal III-2018 Antam mencatat volume produksi feronikel 19.264 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik 21 persen dibandingkan sembilan bulan pertama 2017 sebesar 15.813 TNi. Sejalan volume produksi, penjualan feronikel sebesar 19.149 TNi atau naik 49 persen dibandingkan 12.816 TNi. "Peningkatan volume produksi dan penjualan feronikel sejalan operasi produksi pabrik feronikel di Pomalaa yang saat ini memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 27.000 TNi per tahun," kata keterangan itu.
Penjualan feronikel merupakan kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih Antam dengan kontribusi Rp 3,85 triliun atau 19 persen dari total penjualan bersih.
Untuk komoditas emas, volume produksi dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 1.478 kg atau naik 0,3 persen dibandingkan kuartal III-2017 sebesar 1.473 kg. Sedangkan volume penjualan emas sebesar 22.388 kg atau naik 221 persen dibandingkan kuartal III-2017 yang mencapai 6.966 kg. Pendapatan Antam dari penjualan emas hingga kuartal III-2018 sebesar Rp 13,37 triliun, tumbuh 248 persen dibandingkan periode yang sama 2017.
Sementara volume produksi bijih nikel tercatat 6,49 juta wet metric ton (wmt), atau naik 84 persen dibandingkan kuartal III-2017 sebesar 3,51 juta wmt. Sedangkan volume penjualan bijih nikel sebesar 4,10 juta wmt, atau naik 99 persen dibandingkan 2,06 juta wmt. Komoditas bauksit turut memberikan kontribusi positif dengan capaian produksi 788.000 wmt, naik 73 persen dengan volume penjualan 693.000 wmt atau naik 39 persen.
Antam terus mengembangkan strategi melalui proyek-proyek hilirisasi seperti proyek pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi 13.500 TNi (Line 1). Hingga September 2018, realisasi konstruksi P3FH telah mencapai 80 persen dan direncanakan konstruksi pabrik akan selesai pada akhir tahun 2018.
Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (Line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel sebesar 50 persen dari kapasitas produksi feronikel terpasang saat ini sebesar 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun.
Dalam pengembangan bauksit, Antam berfokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) bekerja sama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) (Inalum) yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 1 juta ton SGA per tahun (tahap 1).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




