Semua Produk Ritel dari PTPN Pakai Merek Walini
Minggu, 27 Januari 2019 | 10:52 WIB
Solo - Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III) meluncurkan brand baru Walini untuk semua produk yang akan masuk ke pasar ritel. Produk gula, minyak goreng, teh dan kopi menggunakan brand Walini agar lebih kompetitif dan semakin dikenal masyarakat.
"Brand Walini ini akan kami gunakan untuk seluruh produk PTPN yakni gula, minyak goreng, teh, dan kopi," kata Direktur Utama PTPN III Dolly P Pulungan di sela-sela peluncuran produk di Museum De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (26/1) malam.
Selain Dolly Pulungan, hadir juga Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro dan Komisaris Utama (Komut) Arif Satria.
Dengan peluncuran itu maka semua produk ritel dari PTPN III (Persero) menggunakan merek Walini. Untuk tahap awal baru beberapa produk ritel dan dalam waktu dekat segera menyusul coklat dengan merek Walini.
Menurut dia, selama ini produk-produk PTPN holding menggunakan merek yang berbeda-beda dan distribusinya masih terbatas. "Sehingga dengan brand baru ini, merek Walini akan digunakan untuk komoditas yang akan masuk ke pasar ritel," katanya.
Walini disiapkan untuk merambah pasar dari kalangan menengah, namun tetap mempertahankan merek premium untuk komoditas kopi dan teh yakni teh Kayu Aro dan kopi Rollaas.
Dolly menambahkan pada 2019 ini sebanyak 400 ribu ton gula, kopi, teh dan minyak goreng diharapkan akan terjual dengan nilai penjualan Rp 400 miliar.
Untuk mendukung pemasaran, perseroan akan bekerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara, antara lain Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Pelni dan PT Kimia Farma.
Dolly optimistis keempat produk yang diluncurkan bisa diterima pasar, karena produk asli Indonesia dan dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Kalau HET gula Rp 12.500 per kg, maka gula Walini dijual di bawah harga itu. Ini gula sehat, dari tebu asli dan bukan rafinasi," katanya.
Perusahaan holding perkebunan ini memiliki cakupan usaha berupa budi daya tanaman, produksi, perdagangan, pengembangan usaha bidang perkebunan, agrowisata, agrobisnis, agroindustri, dan usaha lainnya. Komoditas yang dikelola di atas lahan 1,18 juta hektare itu adalah kelapa sawit, karet, gula, teh, kopi, kakao, tembakau, aneka kayuan, buah-buahan, dan aneka tanaman lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




