PTPP Groundbreaking Smelter Feronikel di Kolaka

PTPP Groundbreaking Smelter Feronikel di Kolaka
Direktur Operasi 3 PT PP (Persero) Tbk Abdul Haris Tatang, Direktur Utama PT CNI Derian Sakmiwata, Menteri PANRB Syafruddin, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi dan Bupati Kolaka Ahmad Safei, menekan tombol bersama sebagai prosesi groundbreaking pembangunan pabrik smelter berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) di lokasi proyek, Sabtu (15/6/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 16 Juni 2019 | 12:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT PP (Persero) Tbk bersama PT Ceria Nugraha Indotama (PT CNI), PT PLN (Persero) serta perusahaan lain yang terlibat dalam proses pembangungan pabrik peleburan (smelter) berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF), melakukan prosesi pemancangan tiang pertama (groundbreaking) di lokasi proyek, Sabtu (15/6/2019).

Prosesi pemancangan tiang pertama tersebut ditandai penekanan tombol bersama yang dihadiri Direktur Operasi 3 PTPP Abdul Haris Tatang, Direktur Utama PT CNI Derian Sakmiwata, Menteri PAN dan RB Syafruddin, Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, dan Bupati Kolaka Ahmad Safei.

PTPP berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek.

Pelaksanaan groundbreaking ini, menyusul penandatanganan kontrak pembangunan pabrik smelter dengan PT CNI selaku investor, yang dilakukan oleh Kepala Divisi EPC PTPP Nurlistyo Hadi dan Direktur Utama PT CNI Derian Sakmiwata, di kantor CNI, pada April lalu.

"Dengan keberhasilan perseroan sebagai kontraktor EPC yang telah memiliki berbagai pengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek pembangkit serta minyak dan gas, maka saat ini perseroan mulai terjun ke area industri proses pengolahan mineral," ujar Abdul Haris Tatang, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Minggu (16/6/2019).

Dalam pembangunan proyek smelter ini, kata Abdul Haris Tatang, perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerja sama dengan partner konsorsium ENFI (BUMN Tiongkok). "Perseroan optimistis dapat menyelesaikan proyek tersebut selama 24 bulan,” tandas Abdul Haris Tatang.

Proyek pembangunan smelter Feronikel yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara (Sultra) ini akan menelan investasi Rp 4 triliun untuk tahap pertama dan akan dilanjutkan tahap berikutnya dengan nilai total investasi mencapai Rp 14,5 triliun.

Pabrik smelter yang memiliki total kapasitas sebesar 4x72 MVA ini ditargetkan akan dapat beroperasi pada tahun 2021 dan nantinya diperkirakan akan memproduksi sekitar 229.000 ton Feronikel (FeNi) setiap tahunnya dengan kadar nikel 22 persen hingga 24 persen.

"Pembangunan pabrik smelter ini menggunakan teknologi RKEF yang terdiri dari empat tanur listrik jenis rectangular dimana teknologi ini merupakan yang pertama di Indonesia," kata Abdu Haris Tatang.

Pembangunan smelter Feronikel ini, merupakan upaya yang dilakukan oleh PT CNI selaku perusahaan dalam negeri untuk dapat membantu meningkatkan devisa negara di sektor minerba.

"Selain itu, dengan beroperasinya pabrik smelter ini, penyerapan tenaga kerja di masyarakat sekitar dipastikan dapat membantu meningkatkan perekonomian," pungkas Abdul Haris Tatang.

 



Sumber: BeritaSatu.com