BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%.
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%.

Kamis, 20 Juni 2019 | 18:24 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI - 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6%. Sementara, suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing berada pada level 5,25% dan 6,75%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini merupakan hasil pertimbangan bank sentral terhadap kondisi ekonomi di luar maupun dalam negeri. Utamanya, mengenai tensi perang dagang yang kian memanas, sehingga mempengaruhi perekonomian global dan volume perdagangan dunia.

"Akibatnya banyak negara-negara yang kebijakan bank sentralnya lebih longgar," tutur dia dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Disamping itu, ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, diperkirakan lebih rendah, sebab kinerja ekspor menurun disertai dengan stimulus fiskal yang terbatas. Hal ini membuat keyakinan pelaku ekonomi yang belum kuat.

Sementara itu, ekonomi tiongkok diperkirakan melemah karena pelemahan pertumbuhan konsumsi dan investasi. Di sisi lain untuk perkembangan ekonomi Eropa juga melemah karena permasalahan struktural, yakni menuanya populasi penduduk (aging population) serta kinerja ekspor yang belum membaik.

"Tantangan bagi kami ke depan adalah tetap menjaga stabilitas eksternal untuk melakukan ekspor dan menarik modal asing," terang dia.

Perry menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi domestik, BI pun mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 melandai karena kinerja ekspor yang turun. Eskalasi perang dagang memperlambat ekspor karena menurunnya permintaan dunia dan melandainya harga komoditas.

Kemudian, investasi belum meningkat secara signifikan karena ada perlambatan ekspor. Sehingga, BI menilai permintaan domestik perlu digenjot agar pertumbuhan ekonomi masih bisa tetap tumbuh. Namun, secara keseluruhan, BI menilai pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berada di titik tengah antara 5% hingga 5,4%.

Kedua, BI menilai neraca pembayaran Indonesia kuartal II masih tetap tercatat baik. Surplus transaksi modal dan finansial diperkirakan masih baik meski transaksi berjalan masih akan defisit seiring tren yang berjalan setiap tahun. Meski begitu, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan di 2019 lebih rendah dibanding 2018, yakni di kisaran 2% hingga 2,5%.

"Kebutuhan repatriasi dividen dan bunga utang luar negeri yang meningkat di kuartal II serta ekspor masih akan mempengaruhi defisit transaksi berjalan," ujarnya.

Oleh karena itu, Perry menegaskan bahwa BI akan memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait dengan meningkatkan ketahanan ekspor, baik dorongna ekspor dan dorong pariwisata.

Meski menahan suku bunga acuan, BI memutuskan untuk menambah kebijakan akomodatif melalui penambahan likuiditas sebagai pembiayaan ekonomi. Sehingga BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah sebesar 50 bps atau 0,5%, baik untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah.



Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Produksi Smelting Catat Angka Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Smelting merupakan perusahaan pengolahan dan pemurnian konsentrat tembaga yang pertama di Indonesia.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Lippo Karawaci Akan Bangun Mal Terbesar di Indonesia

Mal yang akan dibangun ini akan lebih besar dari Lippo Mall Puri.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Private Placement, MNC Kapital Jajaki Mitra Strategis

Investor strategis yang dijajaki tidak hanya dari sisi permodalan, tapi juga keahlian di bidang keuangan.

EKONOMI | 20 Juni 2019

IPO, Sinarmas MSIG Life Tawarkan 40% Saham Sinar Mas Multiartha

Pada IPO ini Sinarmas MSIG Life menawarkan harga Rp 12.100 per lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Perkuat Sinergitas, Inuki Gandeng Enam Perusahaan

Kerja sama ini diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Gali Perekonomian Daerah, BI Kunjungi Mark Dynamics

Mark Dynamics diitenfikasi menjadi salah satu perusahaan manufaktur sebagai pendorong perekonomian Sumut.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Sun Life dan Bank Muamalat Kerja Sama Bancassurance Syariah

Sepanjang 2018, penetrasi asuransi jiwa syariah terus mengalami peningkatan meski masih di bawah 5 persen.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Rupiah Ditutup Menguat 87 Poin ke Rp 14.182

Rupiah berada di level Rp 14.182,5 per dolar AS atau terapresiasi 87 poin (0,19 persen).

EKONOMI | 20 Juni 2019

IHSG Ditutup Melemah Tipis ke 6.335,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,1 persen (3,56 poin) ke kisaran 6.335,7.

EKONOMI | 20 Juni 2019

Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Siapkan Tiga Kebijakan Baru

Kenaikan harga tiket pesawat berdampak langsung pada jumlah penumpang.

EKONOMI | 20 Juni 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS