BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%.
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%.

Kamis, 20 Juni 2019 | 18:24 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) Juni 2019 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI - 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 6%. Sementara, suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing berada pada level 5,25% dan 6,75%.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini merupakan hasil pertimbangan bank sentral terhadap kondisi ekonomi di luar maupun dalam negeri. Utamanya, mengenai tensi perang dagang yang kian memanas, sehingga mempengaruhi perekonomian global dan volume perdagangan dunia.

"Akibatnya banyak negara-negara yang kebijakan bank sentralnya lebih longgar," tutur dia dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Disamping itu, ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, diperkirakan lebih rendah, sebab kinerja ekspor menurun disertai dengan stimulus fiskal yang terbatas. Hal ini membuat keyakinan pelaku ekonomi yang belum kuat.

Sementara itu, ekonomi tiongkok diperkirakan melemah karena pelemahan pertumbuhan konsumsi dan investasi. Di sisi lain untuk perkembangan ekonomi Eropa juga melemah karena permasalahan struktural, yakni menuanya populasi penduduk (aging population) serta kinerja ekspor yang belum membaik.

"Tantangan bagi kami ke depan adalah tetap menjaga stabilitas eksternal untuk melakukan ekspor dan menarik modal asing," terang dia.

Perry menyebutkan bahwa perkembangan ekonomi domestik, BI pun mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 melandai karena kinerja ekspor yang turun. Eskalasi perang dagang memperlambat ekspor karena menurunnya permintaan dunia dan melandainya harga komoditas.

Kemudian, investasi belum meningkat secara signifikan karena ada perlambatan ekspor. Sehingga, BI menilai permintaan domestik perlu digenjot agar pertumbuhan ekonomi masih bisa tetap tumbuh. Namun, secara keseluruhan, BI menilai pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini berada di titik tengah antara 5% hingga 5,4%.

Kedua, BI menilai neraca pembayaran Indonesia kuartal II masih tetap tercatat baik. Surplus transaksi modal dan finansial diperkirakan masih baik meski transaksi berjalan masih akan defisit seiring tren yang berjalan setiap tahun. Meski begitu, BI memperkirakan defisit transaksi berjalan di 2019 lebih rendah dibanding 2018, yakni di kisaran 2% hingga 2,5%.

"Kebutuhan repatriasi dividen dan bunga utang luar negeri yang meningkat di kuartal II serta ekspor masih akan mempengaruhi defisit transaksi berjalan," ujarnya.

Oleh karena itu, Perry menegaskan bahwa BI akan memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait dengan meningkatkan ketahanan ekspor, baik dorongna ekspor dan dorong pariwisata.

Meski menahan suku bunga acuan, BI memutuskan untuk menambah kebijakan akomodatif melalui penambahan likuiditas sebagai pembiayaan ekonomi. Sehingga BI menurunkan giro wajib minimum (GWM) rupiah sebesar 50 bps atau 0,5%, baik untuk bank umum konvensional dan bank umum syariah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Soal BUMN Pangan, Erick: Yang Tidak Ikut Transformasi Saya Ganti

Kementerian BUMN bakal fokus menyoroti BUMN sektor pangan selama setahun ke depan untuk mengawal transformasi atau perbaikan ekosistem di sektor tersebut.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Mendag: Membaiknya Indeks Manufaktur Tingkatkan Optimisme Ekspor

Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur September 2021 yang berada pada posisi 52,2 menunjukkan optimisme peningkatan ekspor.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Bentuk Anak Usah Baru, Pelita Samudera Shipping Spin-Off Segmen Usaha

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) akan melakukan pemisahan (spin off) segmen usaha pengangkutan kapal kargo curah.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

MUI: Gunakan Wakaf untuk Penguatan UMKM

Majelis Ulama Indonesia mengajak umat Islam Indonesia menggunakan dana wakaf dan ZIS untuk penguatan UMKM.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Ekonomi Global Mulai Pulih, Jokowi Minta Apkasi Fasilitasi Ekspor

Jokowi meminta volume ekspor harus terus ditingkatkan. Pemerintah, baik pusat maupun di daerah, harus memberikan fasilitas kepada para pelaku usaha.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Kejar Produksi Minyak 1 Juta BPH, Negara Harus Hadir

SKK Migas telah menyiapkan empat strategi untuk mengejar target produksi minyak 1 juta barel per hari (bph) pada 2030.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Dengan Insentif, SKK Migas Bisa Capai Target 1 Juta BPH

SKK Migas optimistis target produksi minyak 1 juta bph pada 2030 dapat direalisasikan jika pemerintah memberikan insentif bagi industri hulu migas.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Victoria Investama Tawarkan 915 Juta Saham Baru Lewat Private Placement

PT Victoria Investama Tbk (VICO), menawarkan sebanyak 915.009.468 saham baru melalui private placement untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Jokowi Buka Apkasi Otonomi Expo 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, penyelenggaraan Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2021.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Dow Tetapkan 3 Pendekatan Ekonomi Hijau

Lewat tiga target keberlanjutan yang baru, Dow berkomitmen menjadi perusahaan netral karbon pada 2050.

EKONOMI | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
27 Obyek Wisata di Gunung Kidul Dibuka Terbatas

27 Obyek Wisata di Gunung Kidul Dibuka Terbatas

GAYA HIDUP | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings