Jumlah Penumpang Kapal Perintis Terus Melonjak
Senin, 28 Oktober 2019 | 21:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) meyakini jumlah penumpang kapal perintis pada tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan realisasi tahun lalu. Hal tersebut melihat tren jumlahnya yang sudah mencapai 250.000 penumpang selama periode Januari-Agustus 2019.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menjelaskan, kinerja kapal perintis terus menunjukan peningkatan. Jumlah pelanggan kapal perintis meningkat dari 163.383 orang pada 2017 menjadi 355.458 orang pada 2018.
"Untuk periode 2019 sendiri, hingga Agustus kemarin, jumlah pelanggan kapal perintis sudah menyentuh kisaran 250.000 orang. Jumlah ini diyakini akan melampaui jumlah pelanggan tahun lalu mengingat periode angkutan Natal dan Tahun Baru yang baru akan berlangsung akhir tahun ini," kata Yahya dalam keterangannya, Senin (28/10/2019).
Yahya menambahkan, untuk tahun 2019 ini, Pelni menerima 46 trayek kapal perintis dari 113 trayek yang ada. Untuk meningkatkan pelayanan trayek keperintisan ini, Pelni menerapkan aplikasi tiket kapal perintis yang memudahkan penumpang dalam hal pembelian tiket. Penumpang dapat melakukan transaksi pembelian tiket penumpang kapal perintis di terminal atau dermaga dengan menggunakan sistem aplikasi dari perangkat smartphone.
"Penerapan aplikasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang dikembangkan Pelni sehingga harapan kami layanan ini menjadikan penumpang yang notabene masyarakat kepulauan semakin terpenuhi kebutuhannya, " kata Yahya.
Menurut Yahya, dalam pelaksanaannya, angkutan kapal perintis ini tidak hanya dilaksanakan oleh Pelni saja. "Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan tidak hanya menugaskan kepada Pelni. Untuk tahun 2019 pelaku angkutan kapal perintis ini ada juga dari swasta," tambahnya.
Yahya menuturkan, kehadiran kapal perintis ini tentunya bukan sekedar perpindahan penumpang dari satu pulau ke pulau lainnya. Masyarakat juga dapat memanfaatkan kapal-kapal perintis ini sebagai angkutan yang dapat untuk mengangkut dan mengirim kebutuhan pokok penting, hasil produksi usaha kecil menengah (UKM), hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil perikanan, hasil perindustrian, dan hasil pertambangan.
"Jadi kalau masyarakat punya barang nanti bisa dikirim dengan kapal perintis lalu barang ini didistribusikan ke masyarakat yang tinggal di kepulauan. Melalui penugasan ini, Pelni semakin hadir di setiap daerah di Indonesia dan bisa untuk menghubungkan antar pulau di wilayah tanah air," ujar Yahya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




