ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemperin Dorong Industri Tangkap Peluang Pasar Fesyen Muslim Dunia

Kamis, 14 November 2019 | 10:44 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (tengah) bersama Direktur Utama PT Atalla Indonesia Wenjoko Sidharta (kanan) di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih (tengah) bersama Direktur Utama PT Atalla Indonesia Wenjoko Sidharta (kanan) di Jakarta, Selasa (5/11/2019). (Beritasatu Photo/Whisnu Bagus)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus berupaya mewujudkan Indonesia menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Upaya tersebut dilakukan dengan menangkap peluang pasar produk fesyen muslim dunia yang dalam satu dekade terakhir mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

"The State of Global Islamic Economic menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan industri fesyen muslim terbaik kedua di dunia setelah Uni Emirat Arab. Hal ini tentunya menjadi prestasi yang membanggakan bagi kita semua," kata kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, dalam keterangan persnya, Kamis (14/11/2019).

Berdasarkan data The State of Global Islamic Economic Report, pada 2019 konsumsi fesyen muslim dunia mencapai US$ 270 miliar, kemudian pada tahun 2022 diproyeksikan meningkat menjadi US$ 373 miliar. Hal tersebut menunjukkan bahwa industri fesyen nasional memiliki peluang besar di pasar internasional dan harus dioptimalkan.

Gati menyampaikan, fesyen muslim berkontribusi terhadap ekspor produk fesyen yang sampai dengan September 2019 nilainya mencapai US$ 9,2 miliar. Jumlah tersebut merupakan 9,8% dari total ekspor industri pengolahan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, untuk pasar domestik, konsumsi produk fesyen muslim mencapai US$ 20 miliar dengan laju pertumbuhan rata-rata 18,2%. "Besarnya peluang pasar ini tentunya harus dimanfaatkan oleh industri fesyen Tanah Air," tegasnya.

Pameran dan Perlombaan

Melihat peluang pertumbuhan fesyen muslim yang sangat prospektif, salah satu strategi yang dijalankan Kemperin adalah dengan menggelar melalui perlombaan dan pameran. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk fesyen Tanah Air, termasuk di kancah global.

Salah satu kegiatan yang digelar adalah Modest Fashion Project (MOFP) yang telah berlangsung sejak tahun 2018. MOFP merupakan rangkaian kegiatan perlombaan sebagai ajang untuk mencari talenta para pengusaha yang terjun di bidang fesyen muslim.

"Program tersebut bertujuan untuk melahirkan wirausaha baru Industri Kecil Menengah (IKM) fesyen muslim yang mandiri dan berdaya saing," imbuhnya.

Menurut Gati, MOFP merupakan kompetisi desain dan konsep bisnis fesyen muslim di Indonesia. Sebanyak 20 finalis terbaik dari ajang tersebut akan mendapat pelatihan, fasilitasi izin usaha, fasilitasi pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta akses pasar. Dalam Inagurasi MOFP tahun 2019, dipilih 20 finalis terbaik serta menampilkan 10 finalis MOFP 2018 yang telah mendapat pelatihan.

"Puncak acara program MOFP yang dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 12 hingga 16 November 2019 di F1 dan F3 Atrium FX Sudirman Jakarta, Selatan," terangnya. Kompetisi MOFP 2019 diikuti oleh 319 orang peserta dari berbagai daerah dan menghimpun sejumlah 1.914 karya.

Program lain yang dilakukan Kemperin untuk mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim adalah bimbingan teknis dan peningkatan capacity building bagi para pelaku IKM fesyen muslim, bimbingan dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pakaian jadi, pembuatan platform clothing line sebagai implementasi industri 4.0, serta uji coba pasar dalam dan luar negeri.

Selain itu, sebagai bentuk komitmen Kemperin untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen muslim dunia, Kemperin juga akan menyelenggarakan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion) pada tahun 2020.

Gelaran ii-motion merupakan pameran yang akan menampilkan potret industri halal lifestyle di Indonesia, meliputi fesyen, kosmetik, perhiasan, aksesoris, makanan dan minuman, serta platform digital yang mendukung industri halal dan ekonomi syariah.

Pada kesempatan ini, kami juga me-launching program tersebut sebagai langkah awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan hingga pagelaran ii-motion 2020," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ketua IFC: Industri Fesyen Modest Butuh Dukungan Serius Pemerintah

Ketua IFC: Industri Fesyen Modest Butuh Dukungan Serius Pemerintah

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon