Wapres: Tinjau Ulang Program Koperasi
Kamis, 12 Juli 2012 | 13:11 WIB
Tinjau ulang juga perangkat keras juga perangkat lunak yang diperlukan oleh koperasi
Wakil Presiden Boediono menilai perlu diadakan peninjauan ulang yang mendasar terhadap sejumlah program koperasi yang selama ini dilaksanakan dan memberikan prioritas tidak hanya pada aspek kuantitatif, tetapi juga pada aspek kualitatif.
"Tinjau ulang juga perangkat keras juga perangkat lunak yang diperlukan oleh koperasi," kata Wapres Boediono saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-65 di Palangkaraya, hari ini.
Hadir dalam acara itu Ibu Herawati Boediono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, serta Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.
Menurut Wapres, dirinya percaya terhadap kerja keras dan dedikasi penggiat dalam memajukan perkoperasian di Tanah Air.
"Ayo, kita bekerja lebih keras lagi dan lebih cerdas lagi. Jangan kendor, tingkatkan terus prestasi Saudara-saudara. Tularkan semangat kepada handai taulan," ajak Wapres.
Dikatakan Boediono, tahun ini peringatan Hari Koperasi Nasional juga berbarengan dengan ditetapkannya tahun 2012 ini sebagai Tahun Internasional Koperasi.
Indonesia, katanya, telah ditunjuk sebagai tuan rumah dari peringatan Tahun Internasional Koperasi ini, yang diadakan di Nusa Tenggara Barat pada bulan Mei yang lalu.
Menurut Wapres, di tataran internasional, koperasi telah diakui sebagai organisasi yang terbukti mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat integrasi sosial, dan meningkatkan ketahanan terhadap krisis ekonomi.
"Inilah yang menjadi alasan mengapa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan sebuah Resolusi tentang Koperasi dan Pembangunan Sosial," kata Boediono.
Wapres mengharapkan mengedepankan ciri kemandirian koperasi benar-benar dapat dilaksanakan oleh gerakan koperasi di seluruh tanah air dalam bentuk langkah-langkah konkrit dan nyata di lapangan oleh semua pihak.
"Saya sungguh percaya bahwa kemandirian koperasi adalah kunci kemajuan koperasi di tanah air. Dan sebenarnya faktor penentu utama kemandirian sudah lama disampaikan dan diamanatkan kepada kita semua oleh Bapak Koperasi kita, Bung Hatta," kata Wapres.
Dikatakan Boediono, nilai-nilai yang dapat diperas sebagai nilai kebersamaan adalah didasarkan pada kejujuran yang menimbulkan rasa saling percaya.
Wapres dalam kesempatan itu mengajak seluruh pecinta koperasi, seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan koperasi di tanah air untuk melakukan introspeksi yang jujur mengenai sejauh mana nilai-nilai koperasi ini diamalkan oleh masing-masing pada saat ini.
Wakil Presiden Boediono menilai perlu diadakan peninjauan ulang yang mendasar terhadap sejumlah program koperasi yang selama ini dilaksanakan dan memberikan prioritas tidak hanya pada aspek kuantitatif, tetapi juga pada aspek kualitatif.
"Tinjau ulang juga perangkat keras juga perangkat lunak yang diperlukan oleh koperasi," kata Wapres Boediono saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-65 di Palangkaraya, hari ini.
Hadir dalam acara itu Ibu Herawati Boediono, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, serta Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.
Menurut Wapres, dirinya percaya terhadap kerja keras dan dedikasi penggiat dalam memajukan perkoperasian di Tanah Air.
"Ayo, kita bekerja lebih keras lagi dan lebih cerdas lagi. Jangan kendor, tingkatkan terus prestasi Saudara-saudara. Tularkan semangat kepada handai taulan," ajak Wapres.
Dikatakan Boediono, tahun ini peringatan Hari Koperasi Nasional juga berbarengan dengan ditetapkannya tahun 2012 ini sebagai Tahun Internasional Koperasi.
Indonesia, katanya, telah ditunjuk sebagai tuan rumah dari peringatan Tahun Internasional Koperasi ini, yang diadakan di Nusa Tenggara Barat pada bulan Mei yang lalu.
Menurut Wapres, di tataran internasional, koperasi telah diakui sebagai organisasi yang terbukti mampu mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat integrasi sosial, dan meningkatkan ketahanan terhadap krisis ekonomi.
"Inilah yang menjadi alasan mengapa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan sebuah Resolusi tentang Koperasi dan Pembangunan Sosial," kata Boediono.
Wapres mengharapkan mengedepankan ciri kemandirian koperasi benar-benar dapat dilaksanakan oleh gerakan koperasi di seluruh tanah air dalam bentuk langkah-langkah konkrit dan nyata di lapangan oleh semua pihak.
"Saya sungguh percaya bahwa kemandirian koperasi adalah kunci kemajuan koperasi di tanah air. Dan sebenarnya faktor penentu utama kemandirian sudah lama disampaikan dan diamanatkan kepada kita semua oleh Bapak Koperasi kita, Bung Hatta," kata Wapres.
Dikatakan Boediono, nilai-nilai yang dapat diperas sebagai nilai kebersamaan adalah didasarkan pada kejujuran yang menimbulkan rasa saling percaya.
Wapres dalam kesempatan itu mengajak seluruh pecinta koperasi, seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan koperasi di tanah air untuk melakukan introspeksi yang jujur mengenai sejauh mana nilai-nilai koperasi ini diamalkan oleh masing-masing pada saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




