ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Konfederasi Serikat Pekerja Nobar Dokumenter Wiji Thukul

Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:00 WIB
TD
WP
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: WBP
Ratusan buruh Jabodetabek mengikuti nonton bareng (nobar) film dokumenter
Ratusan buruh Jabodetabek mengikuti nonton bareng (nobar) film dokumenter "Nyanyian Akar Rumput" yang diadakan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020) malam. (Beritasatu Photo/Thresa Sandra)

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan buruh Jabodetabek mengikuti nonton bareng (nobar) film dokumenter Nyanyian Akar Rumput yang diadakan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020) malam.

Film garapan Sutradara Yuda Kurniawan itu merupakan film dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia 2018. Film ini merupakan kumpulan beberapa puisi yang dibuat menjadi lagu oleh anak Wiji Thukul, yaitu Fajar Merah.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengatakan, puisi-puisi Wiji Thukul itu menjadi inspirasi banyak orang. Termasuk bagi dirinya saat menimba ilmu di Yogyakarta di era 1990-an. Menurut dia, spirit perjuangan Wiji Thukul juga sangat kuat di kalangan buruh. "Film dokumenter ini sangat menginspirasi sehingga wajib disebarluaskan kepada masyarakat," kata Andi Gani Nena Wea di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Untuk itu, lanjut dia, KSPSI berencana mengadakan nobar lanjutan di beberapa kota di antaranya Bandung, Batam, Solo, dan Semarang.

ADVERTISEMENT

Turur hadir dalam nobar tersebut Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Wahyu Susilo (adik kandung Wiji Thukul), dan sutradara Nyanyian Akar Rumput, Yuda Kurniawan.

Sementara itu, Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan, sosok Wiji Thukul menginspirasi kaum buruh. Sejak dulu gerakan buruh dikenal sebagai gerakan yang loyalis dan memiliki solidaritas yang tinggi. Hal tersebut merupakan luapan sikap perlawanan terhadap kebijakan yang tidak adil.

"Semangat perjuangan tanpa kenal takut yang dimiliki Wiji Thukul menjadi contoh untuk semua aktivis. Tak terkecuali buruh," jelas Said Iqbal.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon