Presiden Soroti Impor Baja Penyebab Defisit Neraca Perdagangan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Presiden Soroti Impor Baja Penyebab Defisit Neraca Perdagangan

Rabu, 12 Februari 2020 | 12:19 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, tingginya impor baja menjadi salah satu penyebab membengkaknya defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

“Data yang saya miliki, impor negara kita sudah masuk ke peringkat tiga besar. Ini menjadi salah satu sumber utama defisit neraca perdagangan kita, defisit transaksi belanja kita,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Presiden Jokowi mengatakan industri baja besi adalah salah satu industri strategis nasional yang sangat diperlukan untuk pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, katanya, utilitas pabrik baja di dalam negeri sangat rendah sehingga operasional industri baja dan besi menjadi terganggu.

“Ini tidak dapat kita biarkan terus, kita perlu segera mendorong industri baja dan besi makin kompetitif. Apa produksinya dibuat makin optimal sehingga perbaikan manajemen korporasi, pembaruan teknologi permesinan, “ katanya.

Ia mengatakan pembaruan teknologi permesinan di industri baja milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus terus dilakukan. Selain itu, pengembangan industri baja dan besi juga harus dibarengi ketersediaan bahan baku.

Disebutkan, ada tiga hal utama yang harus dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan bahan baku industri baja dan besi. Pertama, memperbaiki sistem penyediaan bahan baku industri baja dan besi mulai dari ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku.

Kedua segera merealisasikan harga gas untuk industri sebesar US$ 6 per MMBTU.

“Terkait harga gas untuk industri, sudah berkali-kali kita rapatkan. Informasi dari menteri ESDM bahwa ini akan segera diputuskan, bisa minta agar Perpres Nomor 40 Tahun 2016 yang mengatur mengenai harga gas industri yaitu sebesar US$ 6 per MMBTU segera realisasikan dalam waktu yang tidak lama,” katanya.

Ketiga, memperhitungkan dampak dari impor baja terhadap kualitas serta persaingan harga baja dari hasil dalam negeri. Selain itu, memperketat pemberian SNI.

“Kebijakan nontarif, penerapan SNI sehingga industri baja dalam negeri dan konsumen dapat dilindungi. Dengan memberi SNI yang dilakukan secara serampangan, kita tidak dapat membendung impor baja yang berkualitas rendah,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sektor Properti Anjlok, IHSG Terkoreksi 0,9%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,93 persen (53,35 poin) ke kisaran 5.899.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rupiah Menguat ke Rp 13.657,5 Siang Ini

Rupiah berada di level Rp 13.657,5 per dolar AS atau terapresiasi 17 poin (0,12 persen).

EKONOMI | 12 Februari 2020

103 Lamaran Masuk Open Bidding Tiga Jabatan Deputi di Kemkop dan UKM

Seleksi CPNS di Kemkop dan UKM terbuka.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Minta Dibuatkan Aplikasi Pemantau Kemudahan Berbisnis

“Buat dashboard monitoring dan lakukan evaluasi secara berkala sehingga kita bisa pastikan perbaikan di beberapa komponen yang masih bermasalah,” kata Presiden.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Mitsubishi Targetkan Penjualan 46.900 Unit Kendaraan Niaga

Di 2020 ini, KTB memprediksi pasar kendaraan niaga akan bertumbuh sekitar 7 persen, setelah tahun lalu menyusut 19 persen.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Presiden Targetkan Kemudahan Berbisnis di RI Naik ke Peringkat 40

Presiden Jokowi menyatakan, peringkat EODB Indonesia yang saat ini berada di peringkat 73 harus dinaikkan ke urutan 40 dunia.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Rupiah Menguat ke Rp 13.659 per Dolar

Rupiah berada di level Rp 13.659 per dolar AS atau terapresiasi 15,5 poin (0,11 persen).

EKONOMI | 12 Februari 2020

Omnibus Law Bukan Satu-satunya Faktor Penentu Datangkan Investor

Bahas Omnibus Law harus libatkan banyak pihak.

EKONOMI | 12 Februari 2020

Virus Korona Masih Menghantui Bursa

Jumlah korban yang meninggal dunia setelah terjangkiti virus baru ini menembus angka 1.000.

EKONOMI | 12 Februari 2020

IHSG Fluktuatif Pagi Ini

Sempat menguat di pembukaan, IHSG melemah 0,14 persen ke 5.946,38.

EKONOMI | 12 Februari 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS