DPR Sarankan Pemerintah Subsidi Kedelai
Kamis, 26 Juli 2012 | 15:30 WIB
Ini mengingat karena diproyeksikan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan produksi gabah sudah berada di level yang cukup aman pada 4,31 persen
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), M. Romahurmuziy, menyarankan pemerintah untuk menggunakan dana kontingensi pangan pada APBN-2012 untuk mengatasi krisis kedelai.
Dia menjelaskan DPR telah menganggarkan Rp2 triliun pada APBN 2012 sebagai dana darurat ketahanan pangan. Kalau semula seluruhnya diproyeksikan untuk darurat beras, dia menyatakan Pemerintah bisa mengarahkan sebahagian anggaran tersebut untuk insentif penanaman kedelai pada Musim Tanam (MT) III/2012.
"Ini mengingat karena diproyeksikan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan produksi gabah sudah berada di level yang cukup aman pada 4,31 persen. Jadi dananya bisa di-switch untuk kedelai," kata Romy, sapaa akrab Romahurmuziy, di Jakarta, hari ini.
Dari dana sebesar Rp2 triliun itu, kata dia, maka petani kedelai bisa diberi insentif untuk upaya khusus sebesar Rp1 juta perhektar lahan. Apabila bisa dialokasikan untuk 500 ribu hektar lahan, maka total anggaran yang bisa dialokasikan sebesar Rp500 miliar.
Dengan adanya upaya khusus untuk tambahan luas tanam 500 ribu hektar dan produktivitas yang meningkat mencapai 1,75 - 2 ton/hektar maka akan ada tambahan produksi 875 ribu - 1 juta ton produksi kedelai pada akhir 2012.
"Sehingga dengan proyeksi produksi kedelai BPS pada 779 ribu ton, total dengan tambahan upaya khusus dari dana kontingensi bisa mencapai antara 1,654 juta ton sampai dengan 1,779 juta ton. Maka pada akhir tahun ini, Insya Allah krisis kedelai bisa diakhiri," tandas dia.
Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), M. Romahurmuziy, menyarankan pemerintah untuk menggunakan dana kontingensi pangan pada APBN-2012 untuk mengatasi krisis kedelai.
Dia menjelaskan DPR telah menganggarkan Rp2 triliun pada APBN 2012 sebagai dana darurat ketahanan pangan. Kalau semula seluruhnya diproyeksikan untuk darurat beras, dia menyatakan Pemerintah bisa mengarahkan sebahagian anggaran tersebut untuk insentif penanaman kedelai pada Musim Tanam (MT) III/2012.
"Ini mengingat karena diproyeksikan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa pertumbuhan produksi gabah sudah berada di level yang cukup aman pada 4,31 persen. Jadi dananya bisa di-switch untuk kedelai," kata Romy, sapaa akrab Romahurmuziy, di Jakarta, hari ini.
Dari dana sebesar Rp2 triliun itu, kata dia, maka petani kedelai bisa diberi insentif untuk upaya khusus sebesar Rp1 juta perhektar lahan. Apabila bisa dialokasikan untuk 500 ribu hektar lahan, maka total anggaran yang bisa dialokasikan sebesar Rp500 miliar.
Dengan adanya upaya khusus untuk tambahan luas tanam 500 ribu hektar dan produktivitas yang meningkat mencapai 1,75 - 2 ton/hektar maka akan ada tambahan produksi 875 ribu - 1 juta ton produksi kedelai pada akhir 2012.
"Sehingga dengan proyeksi produksi kedelai BPS pada 779 ribu ton, total dengan tambahan upaya khusus dari dana kontingensi bisa mencapai antara 1,654 juta ton sampai dengan 1,779 juta ton. Maka pada akhir tahun ini, Insya Allah krisis kedelai bisa diakhiri," tandas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




