Stok Kedelai 322.000 Ton, Bapanas Klaim Aman hingga Akhir April
Jumat, 17 April 2026 | 15:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah memastikan ketersediaan kedelai nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, terutama bagi perajin tahu dan tempe.
Pasokan kedelai, baik dari impor maupun produksi dalam negeri, diproyeksikan tetap aman hingga akhir April 2026.
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menuturkan, ketersediaan kedelai terus dipantau dan dijaga pemerintah. Apalagi, lebih dari 90% kebutuhan kedelai nasional berasal dari sektor perajin tahu dan tempe.
“Kaitan dengan ketersediaan stok, saat ini hingga akhir April stok kedelai kita sekitar 322.000 ton. Artinya, ini masih cukup. Kami juga hampir setiap hari berkomunikasi dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Harga kedelai di perajin masih normal,” ujar Sarwo di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Adapun ketersediaan kedelai nasional yang diproyeksikan mencapai 322.500 ton hingga akhir April dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan bulanan yang berada di kisaran 220.000–230.000 ton.
Perhitungan tersebut mengacu pada proyeksi neraca pangan kedelai 2025 yang diperbarui setiap bulan.
Terkait harga, Sarwo meminta importir kedelai menaati plafon harga yang telah ditetapkan pemerintah. Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai di tingkat importir maksimal Rp 11.500 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat perajin tidak boleh melebihi Rp 12.000 per kg.
“Jika harga kedelai di atas Rp 12.000, akan kami telusuri hingga ke hulu. Apabila ditemukan importir menjual di atas Rp 11.500, maka izin impor berikutnya akan dihentikan dan dicabut,” tegasnya.
Berdasarkan pemantauan Bapanas, rata-rata harga kedelai impor di tingkat perajin masih berada di bawah ambang batas HAP. Dalam sepekan terakhir, harga kedelai impor berada di kisaran Rp 11.266 hingga Rp 11.320 per kg atau 5,6%–6,1% di bawah HAP sebesar Rp 12.000 per kg.
Lebih lanjut, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Sarwo menyebut Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai program pengembangan produksi. “Diharapkan secara bertahap produksi kedelai dalam negeri meningkat sehingga impor dapat ditekan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah bersama Perum Bulog tengah menyiapkan pendanaan untuk memperkuat Cadangan Kedelai Pemerintah (CKP). Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 391 Tahun 2025, target pengadaan CKP pada 2026 ditetapkan minimal 70.000 ton.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan pelaku usaha, khususnya importir, agar menjaga stabilitas harga. “Jangan menaikkan harga secara berlebihan. Jika ada yang melanggar, izinnya akan kami cabut,” tegas Amran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




