Harga Kedelai Melejit, Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Nakal!
Jumat, 17 April 2026 | 00:08 WIB
Magelang, Beritasatu.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperingatkan para importir kedelai agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Ia menegaskan, pemerintah akan mencabut izin importir yang terbukti memicu lonjakan harga kedelai di pasaran.
Peringatan keras tersebut disampaikan menyusul kenaikan harga kedelai yang mulai dirasakan masyarakat serta pelaku usaha kecil, terutama pengrajin tahu dan tempe.
“Kami sudah meminta kepada importir jangan menaikkan harga semena-mena. Sudah ada kesepakatan, sudah ada pertemuan. Kalau saya dapatkan ada yang menaikkan harga secara tidak wajar, menzalimi masyarakat yang membutuhkan kedelai, izinnyasaya cabut dan tidak saya berikan untuk tahun depan,” ujar Menteri Amran Sulaiman di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, pemerintah saat ini masih menunggu bukti pelanggaran dari para importir sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
“Kalau ada pelakunya, baru saya cabut izinnya,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kedelai kini mencapai sekitar Rp 11.500 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 9.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mulai terasa sejak awal bulan puasa dan berdampak langsung pada pelaku usaha berbahan baku kedelai, khususnya pengrajin tahu dan tempe.
Amran Sulaiman menambahkan, pemerintah telah melakukan koordinasi dengan para importir untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan kedelai tetap tersedia di pasar.
Ia juga mengingatkan seluruh pelaku usaha agar mematuhi kesepakatan yang telah dibuat guna melindungi daya beli masyarakat.
Kementerian Pertanian menegaskan akan terus memantau perkembangan harga kedelai di lapangan dan tidak segan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




