Selain Plastik, Harga Kedelai Ikut Naik Imbas Konflik Global
Senin, 20 April 2026 | 11:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Setelah plastik yang mengalami kenaikan harga, kini lonjakan harga juga terjadi pada kacang kedelai. Kenaikan harga bahan baku menghantam pelaku usaha kecil, khususnya pengrajin keripik tempe.
Lonjakan harga kedelai, minyak goreng, hingga plastik kemasan membuat biaya produksi meningkat tajam dan menekan margin keuntungan.
Salah satu perajin tempe di kawasan Kampung Tempe, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Tina mengaku, kondisi ini semakin memberatkan usahanya.
Ia menyebut, harga kedelai mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kedelai tadinya satu kuintal Rp 900.000 sekarang menjadi Rp 1,1 juta,” ujar perajin tempe, Tina di Kampung Tempe, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Tidak hanya kedelai, harga bahan pendukung seperti plastik kemasan juga ikut merangkak naik. Menurutnya, kenaikan tersebut tidak sebesar kedelai, tetapi berdampak pada biaya produksi secara keseluruhan.
“Terus plastik tadinya Rp 45.000 menjadi Rp 55.000 untuk ukuran 200 gram. Kalau yang lain juga sama," ucapnya.
Selain plastik dan kedelai, dirinya juga melihat adanya kenaikan dari harga minyak goreng.
“Lalu, minyak dari Rp 14.500 menjadi Rp 20.500, gede banget kenaikannya?” lanjutnya.
Ia berharap agar pemerintah mencari solusi terbaik untuk menurunkan harga, sehingga bisa kembali normal.
"Pada jerit lah apalagi kami-kami ini kan bekerja untuk mencari makan. Semoga perangnya cepat selesai,” ujarnya.
Demi menjaga mutu dan kualitas di tengah kenaikan harga, Tina beserta pengrajin tempe lainnya mencari cara terbaik yang disesuaikan dengan biaya produksi.
“Strateginya mau enggak mau harus menaikkan, tetapi juga enggak bisa tinggi harganya. Kalau, misalkan kita ganti plastik atau bahan lain, tentu bisa menurunkan kualitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, kualitas produk menjadi hal yang sangat penting terlebih produksinya sudah menembus pasar ekspor.
“Kita sudah ekspor ke Thailand, Malaysia, Dubai. Makanya, kualitas kita jaga dengan baik,” tutupnya.
Kondisi ini mencerminkan tekanan berlapis yang dihadapi pelaku UMKM di tengah ketidakpastian global.
Kenaikan harga bahan baku yang dipicu berbagai faktor, termasuk dinamika geopolitik, turut berdampak langsung pada keberlangsungan usaha kecil di dalam negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




