Harga Kedelai Impor AS Naik, Perajin Tahu Tempe Terdampak
Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Harga kedelai impor asal Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan bertahap dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu menambah tekanan bagi pelaku usaha tahu dan tempe di dalam negeri.
Kenaikan harga ini dirasakan sejak menjelang Lebaran dan masih berlanjut hingga awal Mei 2026. Para perajin pun harus menyesuaikan strategi produksi agar tetap bisa bertahan di tengah biaya bahan baku yang meningkat.
Riyanto, agen kedelai di Komplek Pengrajin Tahu dan Tempe Indonesia (Kopti), Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, menyebut harga kedelai impor saat ini telah mencapai Rp 10.800 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp 9.000 per kilogram.
“Normalnya itu Rp 9.000-an, sekarang sudah di posisi Rp 10.800 untuk kedelai impor. Kenaikannya bertahap, jadi kami tidak terlalu kaget,” ujar Riyanto, Sabtu (2/5/2026).
Meski harga terus meningkat, pelaku usaha mendapat kepastian bahwa pasokan kedelai impor tetap tersedia. Kondisi ini berbeda dibandingkan tahun lalu yang sempat mengalami gangguan distribusi.
“Alhamdulillah, importir sudah menjamin stok tidak akan kosong seperti tahun lalu. Pasokan tetap ada meski diimpor langsung dari AS,” tambahnya.
Namun, kenaikan harga bahan baku tetap berdampak pada penurunan penjualan di tingkat pedagang eceran. Riyanto mengungkapkan, selain faktor harga, kondisi cuaca panas juga memengaruhi permintaan pasar.
“Penjualan memang menurun. Bukan hanya karena harga, tetapi juga cuaca yang panas. Kalau cuaca panas, penjualan tempe biasanya turun karena orang lebih memilih makanan yang segar seperti sayuran,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Lebih Singkat dari Saat Ini




