Sepi Pembeli Akibat Covid-19, Omzet Pedagang di Pasar Rakyat Turun 39%
Minggu, 3 Mei 2020 | 15:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Perdagangan menyampaikan berdasarkan laporan sementara dari 285 Kabupaten/Kota di Indonesia, terjadi penurunan jumlah pedagang di pasar rakyat rata-rata sebesar 29 persen. Penurunan juga terjadi pada omzet pedagang sebesar rata-rata 39 persen sebagai imbas dari sepinya pembeli selama Covid-19 di Indonesia. Nasib serupa juga dirasakan pelaku usaha ritel yang omsetnya turun 90 persen dan penurunan pasokan barang sebesar 50 persen.
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan, Covid-19 memang memberikan dampak pada sektor perdagangan, baik penurunan daya beli masyarakat maupun melemahnya transaksi dagang di pasar rakyat maupun dan ritel modern.
Untuk itu, dalam menjaga ketersedian barang kebutuhan pokok dan penting bagi masyarakat, dan untuk menghindari dampak yang lebih luas bagi melemahnya ekonomi rakyat kecil, Mendag meminta pasar rakyat tetap beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar dan pedagang atau pembeli, serta menerapkan physical distancing dalam optimalisasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutuskan penyebaran Covid-19.
Kemdag juga akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, BNPB, dan Satuan Tugas di daerah, pemerintah provinsi dan kota, serta asosiasi terkait dalam memonitor pasar rakyat yang bersih dan higienis beroperasi.
"Covid-19 sangat berdampak luas kepada nasib pedagang dan pelaku usaha pasar rakyat dan ritel karena omsetnya menurun akibat terjadi penurunan jumlah pembeli. Bahkan ada beberapa pasar yang tutup. Hal ini yang perlu ditangani segera agar tidak terpuruk nasib para pedagang kecil, termasuk petani, nelayan, peternak dan industri kecil yang mensuplai produknya ke pasar," kata Mendag Agus dalam keterangan resminya, Minggu (3/5/2020).
"Berbagai upaya tetap berdoa dan ikhtiar untuk kesehatan para pedagang dan pembeli, namun di sisi lain pasar rakyat diharapkan tetap beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar, pedagang dan pembeli, menerapkan physical distancing, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," Agus menambahkan.
Mendag juga mendorong pemerintah provinsi/kota untuk dapat melakukan inovasi di masa pandemi ini dalam operasional pasar rakyat, seperti mengatur jam buka dan jumlah pedagang secara bergiliran, hingga menggunakan sistem pesan antar barang melalui media sosial sebagaimana telah dilakukan pengelola pasar di DKI Jakarta, Purbalingga, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Denpasar.
"Bekerja sama dengan aplikasi tranportasi online, seperti Go-Jek dan Grab. Membuka pasar dengan menutup ruas jalan serta mengatur jarak pedagang sesuai protokol Covid-19, seperti yang dilakukan pemerintah daerah kota Salatiga," ujar Mendag.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




