ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JICT Layani Rute Baru Intra Asia Hainan PO

Selasa, 31 Juli 2012 | 12:38 WIB
MA
B
Penulis: Muihammad Aulia | Editor: B1
Ilustrasi ekspor impor. FOTO : ANTARA
Ilustrasi ekspor impor. FOTO : ANTARA
JICT melayani kapal perdana MV BP Copacabana dengan bobot mati 25.860 ton, LOA 180 meter dan kapasitas 1.794 teus

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) hari ini menerima layanan baru rute Intra Asia berbasis mingguan (CSV2) dari perusahaan pelayaran Hainan PO.

JICT melayani kapal perdana MV BP Copacabana dengan bobot mati 25.860 ton, LOA 180 meter dan kapasitas 1.794 teus kemarin (30/7). Hainan PO alokasikan empat kapal untuk layanan ini dengan rute Tianjin - Qingdao - Shanghai - Ningbo - Hongkong - Yang pu - Ho Chi Minh - Thailand - Singapura dan Jakarta.

“Dimulainya layanan baru ini merupakan indikasi pertumbuhan perdagangan yang kuat antara Indonesia dengan negara Asia lainnya. Kami melihat sebagian besar layanan JICT adalah perdagangan langsung intra-Asia dan kami mengantisipasi volume perdagangan tersebut yang terus tumbuh. JICT telah memberikan standar tertinggi terhadap produktivitas dan efisiensi kepada pelanggan untuk memungkinkan lalu lintas kapal yang lebih cepat. JICT merupakan terminal petikemas terkemuka di Indonesia dan telah berhasil menempatkan dirinya sebagai terminal pilihan di Indonesia untuk menangani kapal-kapal internasional” tutur Presiden Direktur JICT Albert Pang, seperti dikutip dalam keterangan tertulis, hari ini.

Sebagai terminal petikemas terbesar di Indonesia, JICT telah mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai "Terminal Petikemas Terbaik di Indonesia” dari INSA selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2010 dan 2011. Selain itu, JICT juga menerima penghargaan sebagai " Terminal Peti Kemas Terbaik di Asia” kategori kapasitas dibawah 4 juta TEU pada ajang AFSCA tahun 2011 dan 2012.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan mengurangi biaya logistik di Indonesia, JICT memperkenalkan inovasi terbaru, JICT Auto Gate System (JAGS) untuk efisiensi pengiriman petikemas dan mengurangi waktu transaksi di pintu gerbang dengan mengganti pemeriksaan manual dengan mesin cek pemeriksaan otomatis menggunakan sistem identifikasi frekuensi radio (RFID) dan e-tiket.

Saat ini JICT sedang menjalani fase terakhir perluasan lahan yang selanjutnya akan meningkatkan tambahan kapasitas terminal 500.000 TEU pada tahun 2013.
                                              

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon