Kemdag Dorong Digitalisasi di Pasar Rakyat

Kemdag Dorong Digitalisasi di Pasar Rakyat
Aktivitas di pasar tradisional. (Foto: Antara)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 15 Juli 2020 | 19:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemdag) terus mendorong digitalisasi di pasar rakyat agar sektor perdagangan tetap bergairah dan transaksi makin nyaman.

“Kemdag akan fokus membangun infrastruktur baik fisik maupun teknologi. Hal ini perlu dilakukan agar mekanisme pasar yang lebih modern dapat terwujud,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (14/7/2020).

Dalam keterangan yang diterima, Agus mengatakan, digitalisasi di pasar rakyat merupakan tuntutan dan kebutuhan di saat pandemik Covid-19. Pasar rakyat merupakan ruang vital bagi perdagangan sekaligus bagian aktivitas keseharian masyarakat. Oleh karena itu, pola-pola konvensional di pasar sebelum pandemi harus segera disesuaikan dengan pola kehidupan adaptasi baru.

Menteri Agus menyampaikan, digitalisasi akan memudahkan proses transaksi, meningkatkan layanan, mengurangi risiko kejahatan, dan memudahkan pendataan, terutama omzet. Dengan kelebihan itu, pasar rakyat akan semakin modern dan nyaman bagi konsumen. "Melalui digitalisasi pasar akan mengoptimalkan kerja pasar, konsumen, para pengusaha dan pedagang, serta fungsi negara dalam bidang ekonomi," kata Mendag.

Baca juga: Ikappi Catat 217 Kasus Pedagang Pasar Positif Covid-19

Mendag menegaskan, digitalisasi pasar yang didorong Kemdag juga sejalan dengan pola perdagangan baru sebagai imbas Covid-19, yakni peningkatan perdagangan daring, penggunaan kurir daring, peningkatan penggunaan cara pembayaran nontunai, dan penurunan mobilitas dan aktivitas sosial di ruang publik.

Agar digitalisasi pasar rakyat berhasil, Kemdag terus mendorong, peningkatan dan pemerataan sumber daya manusia (SDM) serta institusi. Kemdag juga bersinergi dengan swasta mulai pembiayaan hingga penyediaan teknologi dan platform. "Swasta perlu digandeng yang bisa menjamin arus transaksi, baik dari rantai pasok, maupun dari pedagang ke konsumen," kata dia.

Menurut Agus, selain memiliki teknologi dan SDM yang dapat mendukung pemerintah, sinergi akan membuka lapangan kerja sehingga ekonomi secara keseluruhan bisa berjalan. “Dengan infrastruktur fisik maupun teknologi, mekanisme pasar yang lebih modern dapat terwujud. Dengan pemerataan teknologi, maka ketimpangan sarana dan prasarana, misalnya antara Jawa dan luar Jawa akan bisa diatasi,” ucap Agus.

Agus juga mengingatkan pengelola pasar rakyat harus memastikan seluruh pedagang menggunakan masker, dan sarung tangan, selama beraktivitas. Kemudian menyediakan sarana dan alat kesehatan, mengatur waktu operasional serta menerapkan physical distancing. Begitu pun para pembeli diwajibkan mengikuti peraturan kesehatan. "Pedagang wajib mematuhi disiplin protokol kesehatan seperti membersihkan kiosnya, serta menjaga barang dagangannya bersih dan higienis," kata dia.



Sumber: BeritaSatu.com