ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Bidik Penjualan Rp 5 Triliun dari SR013

Jumat, 28 Agustus 2020 | 13:12 WIB
LO
FB
Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
Ilustrasi Obligasi.
Ilustrasi Obligasi. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah menargetkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk ritel seri SR013, pada tahap awal bisa menyerap dana masyarakat Rp 5 triliun. Dari investasi ini, pembeli atau sahabat sukuk akan mendapatkan tingkat kupon atau bunga sebesar 6,05% per tahun. Adapun, SR013 dimanfaatkan untuk membiayai defisit APBN 2020 yang bengkak karena penanganan pandemi Covid-19.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan, terdapat 31 mitra distribusi yang akan membantu pemerintah untuk melayani pemesanan pembelian SBSN Ritel secara langsung melalui sistem elektronik (layanan online).

"Untuk target awal kami tetapkan Rp 5 triliun. Tapi, karena ingin perdalam pasar keuangan di domestik, jadi beberapa pun yang masuk akan kami serap. Melihat animonya kelihatannya akan jauh lebih besar dari itu," ujarnya dalam peluncuran Sukuk Ritel seri SR013 dengan tema Cintai Negeri Dengan Investasi, secara virtual, Jumat (28/8/2020).

ADVERTISEMENT

Adapun, untuk menutupi defisit pembiayaan APBN, Kementerian Keuangan di tahun ini akan mengeluarkan enam instrumen investasi seperti SUN (Surat Utang Negara) dan Obligasi Negara seperti Sukuk dan ORI (Obligasi Ritel Indonesia)."Sudah terlaksana empat, tinggal satu ORI dan satu sukuk," sebut Dwi.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman mengatakan, saat ini defisit APBN 2020 telah melebar hingga 6,34% dari PDB untuk menghadapi pandemi Covid-19. "Dengan membeli sukuk ritel masyarakat bisa investasi sekaligus bantu bangun negeri ini menghadapi pandemi Covid-19 karena hasilnya untuk membiayai APBN untuk menghadapi pandemi," ungkapnya.

Dia menjamin, penyematan kata syariah dalam surat utang tersebut bukan sembarang labelisasi saja. Melainkan telah mendapat izin dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

"Imbal hasilnya sangat menarik, kita tawarkan 6,05%, ada holding period selama dua bulan. Tapi, setelah itu bisa diperdagangkan, kalau lagi butuh dana cair suku ritel ini bisa diperdagangkan," kata Luky.

Untuk informasi, Kementerian Keuangan akan menawarkan SR013 mulai 28 Agustus 2020 pukul 09.00 WIB. Sampai dengan Rabu 23 September 2020 pukul 10.00 WIB. Investor dapat membeli SR013 dengan minimal pembelian Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. Instrumen itu memiliki imbal hasil tetap sebesar 6,05% per tahun dengan tenor tiga tahun dan dapat diperdagangkan.

Untuk bisa mendapatkan sukuk tersebut, pemerintah telah menggandeng 31 mitra distribusi, baik dari bank umum, bank umum syariah, perusahaan efek, perusahaan efek khusus hingga perusahaan fintech. Mereka adalah:
1. PT. Bank Central Asia Tbk
2. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk
3. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
4. PT. Bank Permata Tbk
5. PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
6. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
7. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk
8. PT. Bank Maybank Indonesia Tbk
9. PT. Bank Panin Tbk
10. PT. Bank CIMB Niaga Tbk
11. PT. Bank DBS Indonesia
12. PT. Bank OCBC NISP Tbk
13. PT. Bank HSBC Indonesia
14. PT. Bank Commonwealth
15. PT. Bank UOB Indonesia
16. PT. Bank Mega Tbk
17. PT. Bank Syariah Mandiri
18. PT. Bank BRISyariah Tbk
19. PT. Bank Muamalat Tbk
20. PT. Bank BNI Syariah
21. PT. Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
22. PT. Danareksa Sekuritas
23. PT. Bahana Sekuritas
24. PT. Mandiri Sekuritas
25. PT. Sinarmas Sekuritas
26. PT. Bareksa Portal Investasi
27. PT. Star Mercato Capitale (Tanamduit)
28. PT. Nusantara Sejahtera Investama (Invisee)
29. PT. Investree Radhika Jaya
30. PT. Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku)
31. PT. Lunaria Annua Teknologi (Koinworks)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

EKONOMI
Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 156,5 Miliar Ditopang Pajak hingga Sukuk

Cadangan Devisa Naik Jadi US$ 156,5 Miliar Ditopang Pajak hingga Sukuk

EKONOMI
Pemerintah Serap Rp 8 Triliun dari Lelang Sukuk

Pemerintah Serap Rp 8 Triliun dari Lelang Sukuk

EKONOMI
Kekhawatiran Tarif Trump Mereda, Lelang Sukuk Bakal Tinggi

Kekhawatiran Tarif Trump Mereda, Lelang Sukuk Bakal Tinggi

EKONOMI
BEI Catat Emisi Obligasi Rp 198 Triliun Sepanjang 2025

BEI Catat Emisi Obligasi Rp 198 Triliun Sepanjang 2025

EKONOMI
Aksi Jual Asing Bakal Bebani Yield SBN

Aksi Jual Asing Bakal Bebani Yield SBN

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon