INA Dikasih Mandat Garap Proyek Infrastruktur, Ini Performa Saham BUMN Konstruksi
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memperkenalkan ke publik dewan pengawas dan direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Negara, Jakarta.
Duduk di deratan dewan pengawas yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari.
Sementara itu, direksi INA adalah Ridha Wirakusumah (Direktur Utama), Arief Budiman (Wakil Direktur Utama), Stefanus Ade Hadiwidjaja (Direktur Investasi), Marita Alisjahbana (Direktur Risiko), dan Eddy Porwanto (Direktur Keuangan).
Dalam tugasnya, INA mendapatkan mandat untuk membiayai proyek infrastruktur. Pada tahap awal, proyek senilai US$ 9,5 miliar telah siap untuk ditawarkan kepada investor. Untuk permulaan, jalan tol menjadi sektor unggulan yang akan ditawarkan kepada investor. "Infrastruktur itu kan banyak sekali, harus dipilah-pilah lagi. Kita sekarang akan mengosentrasikan yang toll road," ujar Direktur Utama INA Ridha Wirakusumah dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (16/2/2021).
Ridha bilang, jalan tol memiliki efek domino yang besar. Hal inilah yang menjadi alasan dalam pemilihan jalan tol sebagai sektor pertama yang akan dikerjasamakan oleh INA.
Bagaimana kinerja saham BUMN Konstruksi pada Rabu (17/2/2021) pagi?
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) hingga pukul 09.50 WIB turun Rp 10 (0,5%) menjadi Rp 1.990 dari perdagangan sebelumnya Rp 2.000. WIKA ditransaksikan dengan frekuensi 2.092 kali.
Sementara PT Waskita Karya Tbk (WSKT) hingga pukul 09.50 WIB naik Rp 5 (0,31%) menjadi Rp 1.610 dari perdagangan sebelumnya Rp 1.605. WSKT ditransaksikan dengan frekuensi 5.650 kali.
Adapun PT PTPP Tbk (PTPP) hingga pukul 09.52 WIB naik Rp 10 (0,5%) menjadi Rp 1.825 dari perdagangan sebelumnya Rp 1.815. PTPP ditransaksikan dengan frekuensi 1.987 kali.
Sedangkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) hingga pukul 09.52 WIB stagnan di Rp 1.525 dari perdagangan sebelumnya Rp 1.525. ADHI ditransaksikan dengan frekuensi 1.628 kali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




