ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

API: Pengembangan Panas Bumi Buka Peluang Investasi US$ 25 Miliar

Rabu, 17 Februari 2021 | 14:27 WIB
LO
FB
Penulis: Lona Olavia | Editor: FMB
Warga merawat kebun yang dikelola di sekitar kawasan kilang panas bumi (geothermal) di Desa Wisata Kamojang, Garut, Jawa Barat.
Warga merawat kebun yang dikelola di sekitar kawasan kilang panas bumi (geothermal) di Desa Wisata Kamojang, Garut, Jawa Barat. (istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi menyampaikan bahwa pengembangan panas bumi saat ini di Indonesia akan membuka peluang potensi investasi sebesar kurang lebih US$ 25 miliar dalam 5 tahun ke depan. Selain itu, setiap proyek panas bumi juga akan meningkatkan infrastruktur dan ekonomi daerah penghasil, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar rata-rata kurang lebih 600-1500 orang selama masa konstruksi, dan 100 orang selama masa produksi.

"Kami menyadari bahwa setiap kegiatan pengembangan energi panas bumi tetap memiliki risiko. Oleh karenanya, prinsip kehati-hatian dan penerapan sistem Keselamatan Kesehatan Kerja serta Lindungan Lingkungan yang benar dan efisien adalah merupakan kewajiban setiap pengembang dan operator panas bumi. Berdasarkan statistik keselamatan kerja pengembangan panas bumi di Indonesia, selama ini telah memiliki jam kerja selamat yang tinggi. Atas komitmennya ini hampir semua pengembang panas bumi mendapatkan penghargaan dari Kementerian terkait, baik dibidang keselamatan kerja maupun lindungan lingkungan dan pengembangan masyarakat," kata Prijandaru dalam keterangan resmi, Rabu (17/2/2021).

Dia menambahkan, pengembangan energi panas bumi harus tetap harus berjalan, karena selain sudah terbukti aman, bersih dan sustainable (berkelanjutan), pengembangan panas bumi saat ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 11 juta ton CO2 per tahun dan menghemat cadangan devisa negara sekitar US$2 miliar dalam setahun. Serta, masih banyak multiplier effect lainnya seperti berkembangnya perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pengembangan panas bumi.

"Hampir semua pengembangan panas bumi berada di pegunungan yang sangat terbatas akses infrastrukturnya, dan pengembang panas bumi melakukan pengembangan infrastruktur untuk bisa mengembangkan panas bumi di wilayah itu, dan setelah operasi juga melakukan pembayaran bonus produksi langsung ke rekening Pemerintah Daerah," katanya.

ADVERTISEMENT

Walaupun energi panas bumi merupakan energi yang berkearifan lokal, bersih dan ramah lingkungan serta handal karena bisa menjadi beban dasar (base load) bagi sistem kelistrikan PT PLN (Persero), Prijandaru juga mengingatkan kepada para pengembang panas bumi agar pelaksanaan operasionalnya juga memperhatikan dan menjalankan semua prosedur yang berlaku pada business practice panas bumi yang baik serta terus menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan stakeholder di sekitarnya. Hal itu untuk mencegah terjadinya lagi insiden paparan H2S di lapangan panas bumi Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada 25 Januari 2021.

"Sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat harus dijaga dengan baik, karena para pengembang panas bumi akan hidup berdampingan dengan masyarakat dalam pengelolaan panas bumi" tambah Prijandaru.

Seperti diketahui rata-rata jangka waktu pemanfaatan panas bumi adalah 30 tahun di luar waktu yang dibutuhkan untuk eksplorasi dan konstruksi. Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak dalam wilayah ring of fire dianugerahi potensi energi panas bumi yang cukup besar yaitu sekitar 40% dari cadangan potensi panas bumi di dunia.

Berdasarkan data Badan Geologi, potensi panas bumi di Indonesia sebesar 23,9 Gigawatt (GW) hingga Desember 2019, dan sampai dengan saat ini, berdasarkan data Direktorat Panas Bumi, potensi ini baru dimanfaatkan sebagai tenaga listrik sebesar 8,9% atau 2.130,6 MW, menduduki posisi kedua di dunia. Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN), Pemerintah menargetkan peningkatan pemanfaatan tidak langsung (tenaga listrik) panas bumi dalam bauran energi nasional menjadi 7.241,5 MW di tahun 2025. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

ESDM Pastikan Geothermal Baturaden Tak Lagi Lakukan Eksplorasi

EKONOMI
ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

ESDM Ungkap Foto Viral Lahan Gundul di Baturaden Adalah Citra Lama

EKONOMI
Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

Inovasi Ecolab–PGE Buka Era Baru Efisiensi Energi Panas Bumi

OTOTEKNO
Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

Bahlil Ungkap Potensi Besar Panas Bumi Indonesia Tempati Posisi Kedua

EKONOMI
Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

EKONOMI
PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon