ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PGE Yakin Panas Bumi Jadi Kunci Transisi Energi Bersih

Rabu, 30 Juli 2025 | 14:32 WIB
EM
JS
Penulis: Erfan Maruf | Editor: JAS
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy (PGE), Edwil Suzandi.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan Pertamina Geothermal Energy (PGE), Edwil Suzandi. (Beritasatu.com/Erfan Maruf)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyatakan optimisme tinggi terhadap target pemerintah untuk mencapai energi bersih dan net zero emission pada 2060. Energi panas bumi atau geotermal diyakini sebagai sumber daya strategis dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, yang menegaskan bahwa geotermal memiliki potensi luar biasa karena mampu menjadi baseload atau sumber energi yang dapat menyuplai listrik secara stabil tanpa tergantung pada kondisi cuaca.

“Geotermal adalah baseload, artinya bisa menyanggah sistem kelistrikan secara terus-menerus. Tidak seperti surya atau angin yang fluktuatif, geotermal terus menghasilkan energi sepanjang waktu,” ujar Edwil dalam event Energi Mineral Festival (EMT) di Hutan Kota by Plataran, Selasa (29/7/2025).

ADVERTISEMENT

Sebagai bagian dari energi baru terbarukan (EBT), geotermal dinilai unik karena bersifat stabil dan terus berproduksi tanpa gangguan faktor eksternal. Hal ini menjadikannya pilar penting dalam mewujudkan transisi energi sekaligus menjaga ketahanan energi nasional (energy security).

Edwil menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan besar dalam hal ini. Energi panas bumi di Indonesia merupakan terbesar ke dua di seluruh dunia. 

“Cadangan geotermal kita nomor dua terbesar di dunia. Ini adalah sumber daya lokal yang luar biasa dan bisa kita manfaatkan untuk masa depan bangsa,” katanya. 

Saat ini, energi fosil seperti batu bara dan gas masih menjadi tulang punggung kelistrikan nasional. Namun, menurut Edwil, peran tersebut bisa secara bertahap digantikan oleh geotermal. Sementara itu, gas bisa dialihkan untuk sektor hilirisasi seperti industri petrokimia dan manufaktur berat lainnya.

“Dengan memaksimalkan geotermal untuk listrik, kita bisa mengalihkan gas ke sektor-sektor industri strategis. Ini akan menciptakan efisiensi dan daya saing,” tambahnya.

Indonesia yang termasuk dalam ring of fire atau cincin gunung api dunia menjadi lokasi ideal untuk pengembangan geotermal. Edwil menyebutkan potensi besar membentang dari ujung barat hingga timur Indonesia.

Beberapa wilayah yang disebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Lampung, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat dan Timur, hingga Sulawesi Utara.

“Dengan potensi besar ini, geotermal tidak hanya menyuplai energi bersih, tetapi juga menciptakan ekonomi lokal baru di daerah-daerah tersebut,” jelas Edwil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

Pendapatan PGE Capai US$ 204,85 Juta pada Kuartal II 2025

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon