ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS: Impor Migas Turun, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2 M

Senin, 15 Maret 2021 | 12:13 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Pekerja mengawasi operasional pelabuhan peti kemas di terminal JICT di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 12 Januari 2021.
Pekerja mengawasi operasional pelabuhan peti kemas di terminal JICT di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 12 Januari 2021. (Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Februari 2021 surplus US$ 2,01 miliar dolar. Ekspor industri pengolahan, pertanian, dan tambang kompak naik, sementara impor migas turun 16%.

Nilai ekspor Indonesia Februari 2021 mencapai US$15,27 miliar atau turun 0,19% dibanding ekspor Januari 2021. Sementara dibanding Februari 2020, naik 8,56%. Nilai impor Indonesia Februari 2021 mencapai US$13,26 miliar, turun 0,49% dibandingkan Januari 2021 atau naik 14,86% dibandingkan Februari 2020.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2021 mencapai US$30,56 miliar atau naik 10,35% dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$28,81 miliar atau naik 10,52%.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Februari 2021 naik 10,29% dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 8,81% dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 12,19%.

ADVERTISEMENT

Ekspor nonmigas Februari 2021 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,95 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,86 miliar, dan Jepang US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,77%. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$2,99 miliar dan US$1,13 miliar.

Impor
Impor migas Februari 2021 senilai US$1,30 miliar, turun 15,95% dibandingkan Januari 2021 atau turun 25,37% dibandingkan Februari 2020.

Impor nonmigas Februari 2021 mencapai US$11,96 miliar, naik 1,54% dibandingkan Januari 2021 atau naik 22,03
persen dibandingkan Februari 2020.

Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Februari 2021 dibandingkan Januari 2021 adalah produk farmasi US$96,9 juta (38,03%). Sedangkan peningkatan terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik US$172,8 juta (10,03%).

Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2021 adalah Tiongkok US$8,06 miliar (33,95%), Jepang US$1,86 miliar (7,83%), dan Singapura US$1,31 miliar (5,53%). Impor nonmigas dari ASEAN US$4,41 miliar (18,57%) dan Uni Eropa US$1,55 miliar (6,54%).

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Februari 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$348,5 juta (15,24%), bahan baku/penolong US$363,5 juta (1,87%), dan barang modal US$65,2 juta (1,60%).



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

MULTIMEDIA
Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

NUSANTARA
Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

MULTIMEDIA
Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

MULTIMEDIA
Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

JAKARTA
IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon