BPS: Impor Migas Turun, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2 M
Senin, 15 Maret 2021 | 12:13 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Februari 2021 surplus US$ 2,01 miliar dolar. Ekspor industri pengolahan, pertanian, dan tambang kompak naik, sementara impor migas turun 16%.
Nilai ekspor Indonesia Februari 2021 mencapai US$15,27 miliar atau turun 0,19% dibanding ekspor Januari 2021. Sementara dibanding Februari 2020, naik 8,56%. Nilai impor Indonesia Februari 2021 mencapai US$13,26 miliar, turun 0,49% dibandingkan Januari 2021 atau naik 14,86% dibandingkan Februari 2020.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2021 mencapai US$30,56 miliar atau naik 10,35% dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$28,81 miliar atau naik 10,52%.
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Februari 2021 naik 10,29% dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 8,81% dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 12,19%.
Ekspor nonmigas Februari 2021 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$2,95 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,86 miliar, dan Jepang US$1,20 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,77%. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$2,99 miliar dan US$1,13 miliar.
Impor
Impor migas Februari 2021 senilai US$1,30 miliar, turun 15,95% dibandingkan Januari 2021 atau turun 25,37% dibandingkan Februari 2020.
Impor nonmigas Februari 2021 mencapai US$11,96 miliar, naik 1,54% dibandingkan Januari 2021 atau naik 22,03
persen dibandingkan Februari 2020.
Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Februari 2021 dibandingkan Januari 2021 adalah produk farmasi US$96,9 juta (38,03%). Sedangkan peningkatan terbesar adalah mesin dan perlengkapan elektrik US$172,8 juta (10,03%).
Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2021 adalah Tiongkok US$8,06 miliar (33,95%), Jepang US$1,86 miliar (7,83%), dan Singapura US$1,31 miliar (5,53%). Impor nonmigas dari ASEAN US$4,41 miliar (18,57%) dan Uni Eropa US$1,55 miliar (6,54%).
Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Februari 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$348,5 juta (15,24%), bahan baku/penolong US$363,5 juta (1,87%), dan barang modal US$65,2 juta (1,60%).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




