ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadapi Krisis Air Bersih, Peran Generasi Muda Dioptimalkan

Senin, 22 Maret 2021 | 17:35 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sumber Daya Air yang juga Pendiri dan Ketua Indonesia Water Institute, Firdaus Ali dalam peringatan World Water Day 2021, Senin (22/3/2021).
Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sumber Daya Air yang juga Pendiri dan Ketua Indonesia Water Institute, Firdaus Ali dalam peringatan World Water Day 2021, Senin (22/3/2021). (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Sumber Daya Air yang juga Pendiri dan Ketua Indonesia Water Institute, Firdaus Ali mengungkapkan, dalam penyelesaian isu krisis air bersih, peran dari generasi muda sangatlah diperlukan. Karenanya, berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi terus dijalankan dengan melibatkan generasi muda.

Dalam rangkaian kegiatan World Water Day 2021 yang digelar Indonesia Water Institute, berbagai kegiatan yang sepenuhnya melibatkan anak muda juga banyak digelar. Tujuannya untuk mengingatkan dan memicu pemikiran kritis dari para generasi muda agar memahami persoalan lingkungan yang dihadapi, khususnya dalam manajemen sumber daya air.

"Saat ini kita mengalami kondisi krisis, kelebihan pada saat musim hujan dan kekurangan pada saat tidak musim hujan. Bahkan pada saat musim hujan, karena ketidakmampuan kita mengelola titipan Tuhan, akhirnya menjadi bencana," kata Firdaus Ali dalam peringatan World Water Day 2021 yang digelar Indonesia Water Institute secara virtual, Senin (22/3/2021).

Firdaus menambahkan, membangun kesadaran bersama juga penting untuk dilakukan. Apalagi masih banyak warga yang tidak menghargai dan mengelola air dengan baik, sehingga memunculkan pencemaran air dan bencana.

ADVERTISEMENT

"Membangun kesadaran bersama adalah satu kebutuhan. Kita perlu menyadarkan generasi muda bahwa mulai dari saat ini mereka harus kolaborasi untuk menata masa depan dan menghadapi tantangan ke depan," kata Firdaus.

Berdasarkan kajian yang dilakukan Indonesia Water Institute, di masa pandemi Covid-19 ini juga terjadi perubahan pola pemakaian dan kebutuhan air bersih, di mana pemakaian air bersih masyarakat yang disurvei meningkat sampai tiga kali lipat dari kondisi sebelum pandemi, terutama untuk kebutuhan mandi dan mencuci tangan dalam upaya mencegah penularan Covid-19.

Karenanya, menurut Firdaus penting sekali memutakhirkan infrastruktur air bersih di Indonesia agar terhindar dari krisis air bersih yang lebih dalam lagi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon