ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perbanas Minta Multiple License Tidak Berlaku Surut

Senin, 8 Oktober 2012 | 19:38 WIB
IB
B
Menteri Keuangan Agus Martowardojo (tengah) bersama Ketua PERBANAS Sigit Pramono (kiri) dan Direktur Infobank Eko B. Supriyanto (kanan) berjalan bersama sebelum seminar Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Menteri Keuangan Agus Martowardojo (tengah) bersama Ketua PERBANAS Sigit Pramono (kiri) dan Direktur Infobank Eko B. Supriyanto (kanan) berjalan bersama sebelum seminar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) "Tantangan Dewan Komisioner Menghadapi Dampak Krisis" di Jakarta. FOTO : Rosa Panggabean/ANTARA
Bank Indonesia (BI) juga harus memperhatikan kepentingan nasional, selain soal permodalan.

Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono berharap, aturan multiple license tidak akan berlaku surut.

"Akan susah buat yang sudah ekspansi," kata Sigit di Jakarta, hari ini.

Pasalnya, kata Sigit, bank yang sudah terlanjur membuka cabang sulit menyesuaikan diri dengan aturan baru tersebut.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga harus memperhatikan kepentingan nasional, selain soal permodalan.

“Jangan hanya modal saja, tapi bagaimana kepentingan nasional menjadi perhatian lebih, ini bukan artinya kita anti asing,” tutur Sigit.

Menurutnya, diperlukan masa transisi bagi industri untuk dapat menerapkan multiple license, yaitu minimal satu  tahun.

Meski demikian mantan dirut BNI ini, BI tidak punya banyak waktu karena pengawasan bank harus sudah pindah ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2014.

Sementara Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, bentuk aturan multiple license sejatinya harus menata ulang ekspansi bisnis semua bank.

Bisa saja dalam pembahasan mengenai multiple license, DPR memberi masukan agar bank asing tidak masuk ke jenis kredit, selain kredit investasi dan infrastruktur.

Aturan multiple license mewajibkan semua bank, baik asing maupun milik pemerintah, untuk memiliki izin berbeda dalam setiap operasinya. Sebelumnya bank hanya perlu memiliki satu izin untuk melakukan berbagai jenis operasi seperti emnarik dana dari masyarakat, memberikan pinjaman, dan menjalankan bisnis manajer investasi.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

Rupiah Melemah, Segelintir Orang Diuntungkan tetapi Mayoritas Tertekan

EKONOMI
BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

BI dan Pemerintah Diminta Lebih Sinkron Jaga Rupiah

EKONOMI
Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

BI Klaim Rupiah Kini Semakin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

Rupiah Rontok ke Rp 17.528 Per Dolar AS, Purbaya Siap Dipanggil DPR RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon