Waskita Butuh Dukungan INA dalam Pembangunan Infrastruktur
Kamis, 17 Juni 2021 | 12:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menyatakan peran pemerintah sangat penting dalam mendukung investor atau kontraktor memenuhi pendanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis nasional demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Director of HCM & System Development Waskita, Hadjar Seti Adji di kegiatan Manulife Aset Manajemen Indonesia–IDX Channel Investment Forum, bertajuk Struktur Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia, Rabu (16/6/2021).
Masalah pendanaan, disebut Hadjar, menjadi tantangan terbesar Waskita dalam pembangunan infrastruktur saat ini. Padahal, potensi yang ada masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, pengembang infrastruktur seperti Waskita akan membutuhkan dukungan pendanaan dengan biaya yang kompetitif.
Menurut dia, Pemerintah dapat memaksimalkan peran Indonesia Investment Authority (INA) dalam pendanaan proyek, baik dalam bentuk ekuitas maupun pinjaman.
"INA yang punya kapasitas pendanaan besar, berpotensi untuk mendanai proyek brownfield maupun greenfield," jelas Hadjar. Hingga saat ini, Waskita pun tengah berdiskusi dengan INA terkait divestasi ruas tol investasi milik Waskita.
Hadjar mengungkapkan peran Waskita dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur, potensi, dan tantangannya ke depan. Menurutnya, Waskita telah berperan dalam menyelesaikan lebih dari 1.300 km jalan tol sejak 2014.
"Untuk menyelesaikan jalan tol, Waskita mengambil porsi sebagai investor dan kontraktor. Kami mengerjakan lebih dari 25 ruas dengan nilai lebih dari Rp 180 triliun yang sebagian besar sudah beroperasi dan sebagian dalam proses konstruksi," kata Hadjar dalam keterangan tulisnya.
Selain jalan tol, Waskita juga berkontribusi melalui pembangunan 12 bendungan besar seperti Bendungan Raknamo dan Bendungan Way Sekampung, serta pembangunan transmisi listrik 500 KV yang membentang sepanjang lebih dari 600 km di Pulau Sumatera.
Waskita memanfaatkan pendanaan perbankan dan pasar modal hingga skema pendanaan kreatif untuk mendukung penyelesaian proyek, seperti Pendanaan Infrastruktur Non Anggaran (PINA), sekuritisasi aset, serta divestasi ruas tol.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




