Luhut Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 6%
Jumat, 25 Juni 2021 | 18:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 idak sampai 7% seperti yang diprediksi sebelumnya. Asal tahu saja, pemerintah menargetkan rentang pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun ini antara 7,1% - 8,3%.
Luhut mengatakan kondisi ekonomi Indonesia tidak terlepas dari pandemi Covid-19. "Sebenarnya, kita sudah mulai recovery ekonominya. Kuartal pertama kemarin kita masih minus. Tapi, kita prediksi kuartal II ini, 6 sekian persen," kata Luhut saat menjadi narasumber MNC Forum LVII, Kamis (24/6/2021).
Dalam paparannya bertajuk 'Strategi & Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang dikutip Jumat (25/6/2021), Luhut menyebutkan sejumlah investasi yang menjadi perhatian pemerintah, yaitu infrastruktur, hilirisasi sumber daya alam, pengembangan baterai lithium, sektor kesehatan dan penurunan emisi karbon. "Indonesia itu sebenarnya kampiun atau pemain utama di dalam karbon credit. 75%-80% karbon credit dunia itu ada di Indonesia," kata dia.
Luhut mengatakan anggaran infrastruktur terus ditingkatkan. Pada 2020 mencapai Rp 423 triliun atau naik dari 2019 sebesar Rp 399,7 triliun, Rp 394 triliun di 2018 dan Rp 379,7 triliun pada 2017. "Tol Sumatera sekarang sudah sampai Palembang. Palembang terus ke Medan, Medan terus ke Aceh. Begitu juga tol di Kalimantan," tuturnya.
Dia menjelaskan sepanjang 2015-2019 sudah 853,47 km jalur kereta api yang dibangun. Saat ini, pemerintah tengah mengejar penyelesaian proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung. "Harus selesai bulan November, saat G-20 di Bali. Dari sekarang, kita sudah mulai studi mengenai Bandung ke Surabaya," ucap Luhut.
Tak hanya itu, tambah Luhut, selama 2015-2019 ada 10 bandara baru yang selesai dibangun. Selain itu, lima pelabuhan di Maluku Utara, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. "Kemarin saya 2 hari ada di Indonesia Timur. Melihat industri-industri yang sedang kita bangun di sana," ungkapnya.
Luhut memaparkan saat ini pemerintah juga tengah fokus membidik sektor kesehatan karena selama ini mayoritas obat-obatan diimpor dari luar negeri. Di sisi lain, banyak masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke negara-negara tetangga. "Ada Rp 409 triliun perputaran uang dalam industri kesehatan. Hampir sebagian besar itu kita impor. Kalau kita bisa dapat dalam 2 tahun ke depan, Rp 250 triliun, kita buat industri obat farmasi dalam negeri, itu kan sama dengan investasi US$ 20 miliar dari kantong kita sendiri," jelas Luhut
Luhut juga meminta MNC Group berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional. "MNC Group yang makin hari makin matang. Bisa menyampaikan untuk keselamatan kita bersama, ayo kita patuhi program yang diserukan pemerintah," ujar Luhut
Luhut mengajak seluruh masyarakat untuk taat protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19. "Saya minta Pak Hary Tanoe, teman-teman, jangan lupa jaga jarak, nggak usah ke crowd dulu. Kalau kita patuh protokol kesehatan, dengan program vaksin yang sudah bagus, mestinya segera melandai lagi," kata pria kelahiran Toba, Sumatra Utara, 28 September 1947 itu.
Dalam kesempatam yang sama Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengapresiasi kinerja pemerintah dalam mendorong investasi di berbagai bidang industri dan sektor digital di Tanah Air. "Kami juga baru tahu, begitu banyak investasi yang sudah dilakukan. Masif sekali, masif sekali. Sangat luar biasa," ujar Hary.
Hary sudah lama mengenal Luhut, sehingga tak ragu lagi dengan kemampuan dan kepemimpinannya. "Jadi, memang beliau itu petarung, well respected. Pak Luhut ini juga pencetus Bangga Buatan Indonesia. Sangat bagus, dan sekarang banyak diikuti oleh swasta juga," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




