Laba Telkom Lebih Tinggi dari Konsensus Analis
Selasa, 29 Juni 2021 | 19:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pencapaian laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dan laba bersih pada kuartal I 2021 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) lebih tinggi dari konsensus para analis.
Perseroan mencatat pendapatan konsolidasi kuartal I-2021 sebesar Rp 33,95 triliun dengan EBITDA Rp 18,81 triliun atau tumbuh 0,3% year on year (YoY).
Sementara, laba bersih sebesar Rp 6,01 triliun atau tumbuh 2,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Margin EBITDA meningkat menjadi 55,4% dari 54,9% pada tahun lalu, dan margin laba bersih meningkat menjadi 17,7% dari sebelumnya 17,1%.
Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, mengatakan, pandemi yang masih berlangsung hingga saat menyebabkan kebutuhan masyarakat akan teknologi dan layanan digital juga akan terus meningkat.
"Telkom menangkap peluang ini melalui penyediaan konektivitas, platform dan layanan digital terbaik yang diharapkan dapat mendukung beragam aktivitas masyarakat. Hal ini tentunya juga sejalan dengan transformasi yang tengah dijalankan," kata Ririek Adriansyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/6/2021).
Pencapaian ini, menurut Ririek, tidak lepas dari kinerja layanan fixed broadband IndiHome yang kian menguat dari waktu ke waktu. Pendapatan IndiHome tumbuh hingga 25,0% yoy mencapai Rp6,35 triliun yang didorong oleh pertumbuhan pelanggan dan Average Revenue Per User (ARPU) yang kian membaik.
Sebagai hasilnya, kontribusi pendapatan IndiHome meningkat cukup signifikan dari 14,8% tahun lalu menjadi 18,7% dari total pendapatan perseroan konsolidasi. Margin EBITDA IndiHome juga mengalami peningkatan cukup signifikan menjadi 45,2% dari 38,9% pada tahun 2020. Hal ini didukung oleh penambahan 133.000 pelanggan yang menjadikan total pelanggan IndiHome hingga akhir Maret 2021 mencapai 8,15 juta atau tumbuh 12,3% yoy.
Sementara itu pada segmen mobile, Telkomsel menunjukkan kinerja digital business yang semakin baik dengan pendapatan sebesar Rp16,32 triliun yang didorong oleh pendapatan data dan digital services, dengan total kontribusi sebesar 76,9% dari total pendapatan Telkomsel atau meningkat dari kontribusi sebesar 70,6% di tahun lalu.
Hal ini tidak lepas dari besarnya basis pelanggan sebesar 164,69 juta pelanggan, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 114,83 juta pelanggan atau tumbuh 9,3% yoy. Lalu lintas data juga terus meningkat 59,7% menjadi 3.113 Petabyte.
Dengan pertumbuhan trafik data yang demikian pesatnya, selama tiga bulan pertama di tahun 2021, Telkomsel terus membangun Base Transceiver Station (BTS) yang seluruhnya berbasis 4G. Hingga saat ini, Telkomsel telah memiliki total BTS lebih dari 234.000 unit yang meningkat 6,8% dari periode yang sama tahun lalu, dengan BTS 3G dan 4G/LTE sekitar 183.000 unit atau 78,5% dari total keseluruhan BTS Telkomsel.
Sedangkan, segmen enterprise membukukan pendapatan sebesar Rp 4,1 triliun yang didukung oleh layanan aplikasi dan digital platform (data center dan cloud). Salah satu fokus bisnis di segmen enterprise saat ini adalah data center yang kian tumbuh signifikan sejalan dengan peningkatan aktivitas bisnis para pemain digital. Saat ini, Telkom tengah membangun data center tier 3 dan 4, Telkom Hyperscale Data Center yang diperkirakan akan selesai dan beroperasi pada semester II-2021.
Selanjutnya, pada segmen wholesale and international business, Telkom mencatat pendapatan sebesar Rp3,3 triliun. Meskipun terjadi penurunan tren pada bisnis international wholesale voice, Telkom memperoleh peningkatan pada bisnis menara telekomunikasi hingga 17,0% dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Pada bisnis digital, Telkom masih terus fokus dalam mengembangkan platform dan layanan digital. Untuk digital services, Telkom menjalin kemitraan dengan digital champion seperti startup decacorn untuk memperoleh synergy value yang berdampak terhadap pengembangan bisnis perusahaan," tambah Ririek.
Di sisi lain, penyerapan belanja modal perseroan di kuartal I 2021 sudah sebesar Rp 5,7 triliun atau 16,9% dari total pendapatan perseroan. Selain membangun infrastruktur broadband dan menara telekomunikasi (digital connectivity), Telkom Group secara intensif terus mengembangkan digital platform (data center) dan digital service sebagai value added dari core competency perusahaan agar terus tumbuh dan berkembang.
"Ini merupakan awal yang baik sekaligus menantang bagi Telkom di tahun 2021. Ke depannya Telkom akan terus menghadirkan inovasi digital yang baru, karena kami meyakini digitalisasi akan memberikan peluang yang sangat besar bagi bangsa ini untuk dapat meningkatkan daya saing secara cepat dan efisien di berbagai bidang, seperti ekonomi, edukasi, kesehatan, dan lainnya. Sehingga pada akhirnya, Indonesia akan dapat melompat atau leapfrog, untuk sejajar dengan negara maju dunia lainnya dalam waktu singkat," tutup Ririek.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Telkomsel Perkuat Konektivitas Huntara Aceh Tamiang melalui Kolaborasi Telkom Group dan Danantara
NASIONALBERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




