ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
HUT Ke-74 Koperasi

Pemerintah Terus Memodernisasi Koperasi

Senin, 12 Juli 2021 | 13:35 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Sekretaris Kemkop dan UKM, Arif Rahman Hakim.
Sekretaris Kemkop dan UKM, Arif Rahman Hakim. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM berusaha agar agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) naik kelas dan koperasi jadi modern.

"Untuk mencapai hal itu, kami menetapkan empat strategi transformasi," kata Sekretaris Kemkop dan UKM, Arif Rahman Hakim, dalam wibinar "Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021", Senin (12/7/2021).

Empat strategi transformasi yang dimaksud adalah modernisasi koperasi, transformasi usaha informal ke formal, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi usaha, serta transformasi ke dalam rantai nilai global.

Menurut Arif, saat ini pemerintah merumuskan rencana pengembangan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

ADVERTISEMENT

"Khusus terkait koperasi, ditargetkan peningkatan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional sebesar 5,5%, dan pengembangan 500 koperasi modern pada tahun 2024," kata Arif.

Arif mengatakan, untuk mewujudkan target di atas sekaligus re-branding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif, dan kompetitif, pihaknya menerapkan beberapa strategi pengembangan koperasi.

Antara lain, pengembangan model bisnis koperasi melalui korporatisasi pangan, seperti pada komoditas pisang mas kirana dan cavendis di Lampung dan Aceh, serta kacang koro di Jawa Barat.

Selain itu, penguatan kelembagaan dan usaha anggota koperasi melalui strategi amalgamasi (spin off dan split off), seperti pengembangan grup koperasi yang integratif dipraktikkan Pintu Air di Provinsi NTT, melakukan diversifikasi usaha yang semula hanya koperasi kredit menjadi berbagai lini usaha seperti garam, holtikultura, ritel modern.

Ada juga pengembangan Factory Sharing dengan kemitraan terbuka agar terhubung dalam rantai pasok, dimana kami mencoba menghubungkan antara offtaker dengan koperasi.'

"Seperti yang sudah berjalan di PT Great Giant Pineapple dengan Koperasi Tani Hijau Makmur pada komoditas pisang dan Koperasi Tani Mulus dengan PT Global Caracas pada komoditas beras," ujar Arif.

Tak ketinggalan, pengembangan Koperasi Multi Pihak, di mana koperasi yang memiliki minimal dua jenis kelompok anggota yang berbeda, untuk mengagregasi kepentingan serta memberi manfaat yang wajar dan berkeadilan.
"Kami juga sedang siapkan regulasinya terkait koperasi multi pihak," tandas Arif.

Menurut Arif, pemerintah juga mendukung inovasi pada koperasi yang salah satunya melalui digitalisasi, dengan peluncuran IDX COOP (Portal Inovasi Koperasi) pada tahun 2020 yang mendokumentasikan berbagai gagasan dan praktik inovasi perkoperasian.

Dengan digitalisasi diharapkan dapat mengubah karakteristik koperasi di Indonesia yang jumlahnya cukup banyak namun skala usahanya masih kecil, kurang inovasi dan belum berdaya saing.

Selain itu dengan digitalisasi diharapkan dapat mengubah koperasi Indonesia menjadi terwujud integrasi usaha hulu-hilir dengan pelibatan kemitraan para pihak dalam rantai pasok (inclusive closed loop), skala usaha menengah atau besar; koperasi menjadi "magnet" bagi partisipasi anggota, masyarakat, investor serta pengelolaan usaha secara profesional.

Lebih jauh, Arif menekankan, mindset entrepreneurship dari koperasi juga mesti diubah. Koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam/Credit Union perlu melakukan transformasi bisnis dengan mulai masuk membiayai sektor-sektor produktif.

"Setelah melihat fakta terjadinya over likuiditas di KSP/CU sampai pada akhirnya membatasi jumlah simpanan anggota. KSP/CU juga harus melakukan inovasi diversifikasi jenis usaha," kata Arif.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon