ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Baru 95 Hari Kerja, INA Sukses Gaet 3 Investor Jalan Tol

Selasa, 13 Juli 2021 | 16:24 WIB
TD
FH
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: FER
Direktur Risiko Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (INA) Marita Alisjahbana berbicara dalam forum Investor Daily Summit 2021 dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa, 13 Juli 2021.
Direktur Risiko Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (INA) Marita Alisjahbana berbicara dalam forum Investor Daily Summit 2021 dengan tema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan, Selasa, 13 Juli 2021. (BeritaSatu)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA) ternyata baru bekerja 95 hari.

"INA baru memasuki hari kerja ke-95. Jadi baru seumur jagung. Tapi saya berusaha menjelaskan peranan INA dalam infrastruktur Indonesia," kata Direktur Risiko INA, Marita Alisjahbana, di acara Investor Daily Summit 2021, Selasa (13/7/2021).

Dalam masa kerja yang terbilang masih singkat itu, kata Marita, INA sudah berhasil mengajak tiga investor asing untuk berkomitmen menanamkan modalnya di aset jalan tol, yaitu Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ), APG Asset Management (APG), dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

"Sudah ada tanda tangan MoU (memorandum of understanding), walaupun INA baru dan cukup muda, sudah berhasil mengajak ada tiga investor asing, yaitu ADIA, APG, CDPQ untuk platform tol sebanyak US$3,75 miliar itu komitmennya," ungkap Marita.

ADVERTISEMENT

Dia menjelaskan, dari total komitmen US$ 3,75 miliar itu, senilai US$ 750 juta di antaranya berasal dari INA dan masing-masing dari tiga investor asing itu US$ 1 miliar.

"Jadi ini ada contoh di mana INA me-leverage capital yang dimasukkannya US$ 750 juta dan yang masuk dari luar US$ 3 miliar," papar Marita.

Dia menjelaskan, setelah MoU ini, tahap berikutnya adalah due diligent agar komitmen ini bisa terealisasi ke dalam transaksi. Selain itu, kata dia, INA juga telah meneken kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) pada Mei 2021 untuk menjajaki investasi di sektor energi. "Juga ada tanda tangan kerja sama INA dengan BPJSTK," imbuh dia.

Marita menambahkan, juga dilakukan kerja sama dengan Kementerian BUMN serta BUMN, antara lain Telkom, Angkasa Pura, Pelindo, Pertamina, dan Kimia Farma.

"Berdirinya INA seperti kita ketahui di bawah Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang disahkan tahun lalu. Salah satu amanat UU ini penciptaan SWF, yaitu LPI atau INA. Sebenarnya untuk Indonesia setelah 75 tahun kita baru pertama kali baru mendirikan SWF itu cukup lama tapi akhirnya sudah diciptakan tahun lalu dan mulai beroperasi tahun ini," lengkap Marita.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Anggota Lembaga Pengelola Investasi

Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Anggota Lembaga Pengelola Investasi

EKONOMI
Sri Mulyani Buka Seleksi Dewas LPI Unsur Profesional, Ini Syaratnya

Sri Mulyani Buka Seleksi Dewas LPI Unsur Profesional, Ini Syaratnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon