INA Sebut 8-10 Proyek Nasional Diminati Investor Asing
Selasa, 13 Juli 2021 | 17:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Dewan Direksi Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA), Marita Alisjahbana, mengatakan pihaknya sedang mengerjakan due diligence untuk setidaknya 8-10 proyek nasional yang melibatkan investasi asing.
Marita menjelaskan, pihaknya baru bekerja sekitar 95 hari sejak dibentuk. Tujuannya, mencari investor asing yang bersedia mengambil resiko membiayai berbagai pembangunan infrastruktur Indonesia, yang karena kapasitasnya, tak cukup hanya didanai oleh APBN.
"Investor dari luar negeri sudah banyak yang tertarik investasi di Indonesia. Tapi mereka perlu mitra strategis yang punya kekuatan hukum dan kelembagaan kuat. Kekuatan ini sudah ada dalam pendirian INA," kata Marita Alisjahbana, di acara Investor Daily Summit 2021, Selasa (13/7/2021).
Dimodali oleh pemerintah sebanyak Rp 75 triliun, Marita mengatakan pihaknya di tahap ini ingin bisa meningkatkannya sebanyak 3 hingga 4 kali lipat dengan membawa investasi asing. Sejauh ini, investor sudah banyak diajak bicara untuk bekerja sama, yang kebanyakan bersifat government to government (G to G).
Beberapa sektor yang sedang dikerjakan adalah infrastruktur khususnya jalan tol, bandara, pelabuhan, infrastruktur digital, sektor kesehatan, energi terbarukan, consumer, hingga tourism.
Untuk mensukseskan pekerjaannya, INA memastikan prosesnya akan menguntungkan semua pihak. Makanya, INA mengerjakan berbagai pekerjaan due diligence untuk setiap proyek yang ditawarkan. "Tata kelola sangat penting. Due diligence dikerjakan, baik komersial dan legal, sehingga semua transaksi ini dilaksanakan dengan baik," ujarnya.
Menurut Marina, due diligence ini akan menjadi kunci sehingga akhirnya uang investasi itu benar-benar bisa dikucurkan, tak sekedar komitmen. Hal inilah yang membutuhkan waktu serta usaha yang cukup besar. Di luar due diligence, ada upaya negosiasi yang terus diawasi serta dilaksanakan. "Saat ini mungkin ada sekitar 8-10 proyek yang dikerjakan. Banyak yang infrastruktur, tapi ada juga seperti health care," tandasnya.
Marita menambahkan, pihaknya melihat investor yang tertarik juga melihat kondisi pandemi covid-19 saat ini adalah hal yang pasti akan dilewati. Semuanya melihat potensi Indonesia secara jangka panjang alias puluhan tahun.
"Sehingga dalam proyeksinya, semua masalah akan dihadapi. Jadi ada masalah seperti PPKM Darurat saat ini, tapi itu diyakini bisa dihadapi. Karena ini semua bersifat jangka panjang," kata Marita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




