ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tips Bagi Investor Saham Pemula, Pilih Industri yang Benar

Rabu, 28 Juli 2021 | 15:02 WIB
M
WP
Penulis: Muawwan | Editor: WBP
Sejumlah karyawati berjalan di depan layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
Sejumlah karyawati berjalan di depan layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Beritasatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Investor pemula kerap kebingungan saat memilih saham. Hal ini wajar sebab saham memiliki dimensi risk dan reward sehingga perlu analisis matang.

Founder Ternak Uang Timothy Ronald berbagi tips dalam menganalisis saham yang memiliki prospek bagus. "Saya memakai analisis top down. Kita lihat dulu dari kondisi global, kemudian lihat makronya, lalu lihat industrinya," kata Timothy di acara Emiten Expo yang diselenggarakan Majalah Investor, Selasa (27/7/2021).

Misalnya ke depan saham teknologi memiliki prospek bagus, maka cari emitennya (bottom up), kemudian analisis laporan keuangan dan manajemennya termasuk analisis teknikal dan pantau pergerakan (flow) uangnya. Namun di luar semua itu, kata dia, pilih industri yang benar. Jika sudah dilakukan, kemungkinan saham-saham di industri tersebut akan naik.

"Sekarang kita tahu semua lagi environmental, social, and corporate governance (ESG), kita nggak bisa pilih indutsri-industri yang condong ke batu bara dalam jangka pendek. Walaupun investor itu sedang all top high karena sahamnya tidak akan ke mana-mana," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, investor pemula mencari saham-saham yang ada proxy to tech seperti Bukalapak yang mau initial public offering (IPO) dan sekor yang kira-kira bakal menangguk keuntungan. Dari tech ini, investor pemula bisa melihat industri lain seperti telekomunikasi. Sebab dengan aplikasi teknologi yang semakin maju, orang pasti akan membutuhkan paket data.

"Jadi, kita lihat perusahaan tower dan perusahaan telko. Kira-kira saham mana yang memiliki potensi upside tinggi. Setelah kita menganalisis secara top down, baru lihat laporan keuangannya apakah perusahaan tersebut untung atau rugi. Lalu ekuitas perusahaannya seperti apa dan siapa yang running perusahaannya," jelas Timothy.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon