ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Platform Streaming Jadi Peluang Baru Pelaku Industri Film

Rabu, 22 September 2021 | 18:54 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Menko Airlangga dalam webinar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri secara daring, Rabu, 22 September 2021.
Menko Airlangga dalam webinar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri secara daring, Rabu, 22 September 2021. (Beritasatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, di masa pandemi covid-19 ini, pelaku industri di berbagai sektor harus mampu untuk terus berinovasi agar bisa beradaptasi, tidak terkecuali sektor perfilman.

"Pada masa pandemi covid-19, industri perfilman terbuka dengan peluang baru yakni berupa layanan streaming berbasis platform digital dengan video on demand," kata Menko Airlangga dalam webinar Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri secara daring, Rabu (22/9/2021).

Airlangga menjelaskan, berdasarkan data statistik, pendapatan dari langganan video on demand Indonesia bisa mencapai US$ 411 juta di 2021 dengan penetrasi pengguna sebesar 16% di tahun 2021 dan diperkirakan akan naik menjadi 20% di 2025.

"Layanan streaming ini menjadi peluang tambahan bagi industri perfilman karena dapat menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan bisa masuk pasar global. Ini peluang besar bagi para sineas Indonesia yang berkiprah di regional maupun global," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Mendukung potensi ini, Airlangga mengatakan, pemerintah telah memformulasikan aturan bagi layanan video on demand dengan tujuan untuk melindungi industri dalam negeri agar bisa tumbuh dan terjaga dengan baik tanpa menghilangkan hak masyarakat dalam memperoleh tontonan yang baik.

Di sisi lain, kehadiran film berbasis digital membuat pertunjukan film semakin beragam dan membutuhkan proses filtrasi.

Menko Airlangga menegaskan, perkembangan ini harus diiringi dengan proses filtrasi dan penyensoran yang sesuai dengan norma dan budaya serta aspek religi bangsa Indonesia. Perlu ada keterangan terkait klasifikasi usia yang tepat untuk menonton film tersebut.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi Lembaga Sensor Film Indonesia yang mencanangkan budaya sensor mandiri guna mendorong masyarakat memilih dan memilah dalam menonton yang sesuai dengan klasifikasi usia. Diharapkan juga para orang tua terus ikut mengawasi apa yang ditonton oleh anggota keluarganya," kata Airlangga.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh

Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh

INTERNASIONAL
Rekomendasi Film Indonesia Lebaran 2026, dari Horor hingga Drama

Rekomendasi Film Indonesia Lebaran 2026, dari Horor hingga Drama

MULTIMEDIA
Kolaborasi dengan Langit 7 Studio, PublikaLabs Masuk Dunia Film

Kolaborasi dengan Langit 7 Studio, PublikaLabs Masuk Dunia Film

LIFESTYLE
Film Ahlan Singapore, Kisah Cinta Segitiga dan Pencarian Jati Diri

Film Ahlan Singapore, Kisah Cinta Segitiga dan Pencarian Jati Diri

LIFESTYLE
Film Agak Laen: Menyala Pantiku, Mengungkap Misteri di Panti Jompo

Film Agak Laen: Menyala Pantiku, Mengungkap Misteri di Panti Jompo

LIFESTYLE
Film Agak Laen: Menyala Pantiku Pecahkan Rekor 10 Juta Penonton

Film Agak Laen: Menyala Pantiku Pecahkan Rekor 10 Juta Penonton

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon