BRI Terbitkan Obligasi Berdenominasi Dollar
Rabu, 28 November 2012 | 16:21 WIB
AB
B
Penulis:
Ayyi Achmad Hidayah & Wulan Apriliani/ Whisnu Bagus | Editor: B1
BRI berharap tren bunga obligasi tahun depan bisa lebih rendah dan bisa mengurangi biaya penerbitan.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) tahun depan.
"Sebenarnya sudah ada rencana menerbitkan pada tahun ini, namun karena awal tahun 2012 bunga yang diberikan terlalu tinggi jadi belum dilakukan," terang Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni, dalam Konferesnsi Pers Investor Summit, di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (28/11).
Karena saat ini tingkat bunga obligasi sudah turun, BRI kembali mengkaji ulang waktu penerbitan. Baiquni berharap tren bunga obligasi tahun depan bisa lebih rendah dan bisa mengurangi biaya penerbitan.
Patokannya, jika ekonomi AS tahun depan membaik, investor asing diperkirakan akan mencari surat utang dalam bentuk valas.
"Paman Sam menentukan timing penerbitan," pungkasnya. Sebagai catatan saja, BRI disinyalir akan menerbitkan obligasi berdenominasi dollar sebesar US$500 juta. Namun hingga saat ini, perbankan pelat merah ini belum juga memulai proses penerbitan tersebut.
Sementara sampai dengan kuartal III-2012, secara on year BRI berhasil melakukan penyaluran kredit mikro sebesar Rp84,9 Triliun kepada 3,9 juta debitur mikro baru.
Secara garis besar pertumbuhan rata-rata per tahun penyaluran kredit Bank BRI adalah sebesar 25,62 persen dengan komposisi pinjaman mikro menjadi komposisi terbesar dalam segmen bisnis sebanyak 32 persen.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana menerbitkan obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) tahun depan.
"Sebenarnya sudah ada rencana menerbitkan pada tahun ini, namun karena awal tahun 2012 bunga yang diberikan terlalu tinggi jadi belum dilakukan," terang Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni, dalam Konferesnsi Pers Investor Summit, di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (28/11).
Karena saat ini tingkat bunga obligasi sudah turun, BRI kembali mengkaji ulang waktu penerbitan. Baiquni berharap tren bunga obligasi tahun depan bisa lebih rendah dan bisa mengurangi biaya penerbitan.
Patokannya, jika ekonomi AS tahun depan membaik, investor asing diperkirakan akan mencari surat utang dalam bentuk valas.
"Paman Sam menentukan timing penerbitan," pungkasnya. Sebagai catatan saja, BRI disinyalir akan menerbitkan obligasi berdenominasi dollar sebesar US$500 juta. Namun hingga saat ini, perbankan pelat merah ini belum juga memulai proses penerbitan tersebut.
Sementara sampai dengan kuartal III-2012, secara on year BRI berhasil melakukan penyaluran kredit mikro sebesar Rp84,9 Triliun kepada 3,9 juta debitur mikro baru.
Secara garis besar pertumbuhan rata-rata per tahun penyaluran kredit Bank BRI adalah sebesar 25,62 persen dengan komposisi pinjaman mikro menjadi komposisi terbesar dalam segmen bisnis sebanyak 32 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




