Adira Finance Berencana Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun
Senin, 3 Desember 2012 | 08:05 WIB
Obligasi tersebut masuk kedalam tahap I rencana penawaran umum berkelanjutan II
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berencana menerbitkan surat utang sebesar Rp3 triliun pada awal 2013. Nilai tersebut terdiri atas obligasi konvensional sebesar Rp2 triliun dan sukuk Rp1 triliun.
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan, penerbitan surat-surat utang tersebut termasuk dalam Tahap I rencana Penawaran Umum Berkelanjutan PUB) II Adira Finance. PUB tersebut direncanakan selama dua tahun dengan nilai total Rp9 triliun, yang terdiri atas obligasi konvensional Rp8 triliun dan sukuk Rp1 triliun.
“Untuk yang tahap I sebesar Rp3 triliun ini kami harap prosesnya bisa rampung pada pertengahan Februari 2013. Prosesnya sudah mulai pada pertengahan Januari 2013,” kata Made dalam media gathering Bank Danamon di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Made mengatakan, penerbitan PUB Tahap I akan menggunakan jasa empat perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter), yaitu Standard Chartered Securities, Indopremier Securities, Danareksa Sekuritas, dan HSBC Securities.
“Tenornya masih dibicarakan, paling banyak di satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun. Untuk kupon, tentunya kami ingin kompetitif, tapi kami tidak bisa mendahului pasar,” ungkap dia.
Menurut dia, yield obligasi korporasi masih di level 200-300 basis points (bps) dengan SUN, banyak korporasi lebih kuat dari pemerintah. Jadi, perseroan mau tidak mau otomatis harus mencari yield untuk investor.
Perseroan berharap dapat mener- bitkan surat utang sekitar Rp2 triliun untuk PUB Tahap II. Kendati demikian, Adira Finance baru akan menerbitkan obligasi jika memang terdapat kebutuhan pendanaan yang besar. “Kami hanya cari dana kalau memang ada penjualan yang bagus. Tapi tahun depan, kami percaya masih bisa ber tumbuh minimal 10 persen. Walaupun ada beberapa regulasi yang bisa memperketat bisnis,” kata Made.
Sebelumnya, Adira Finance telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2011 dengan menerbitkan obligasi Tahap II sebesar Rp1,85 triliun, serta Tahap III sebesar Rp1,62 triliun. Total debt to equity ratio (DER) tercatat masih berada di level 3,5 kali. “Untuk pendanaan, porsinya yaitu 50 persen obligasi dan 50 persen pinjaman bank,” ujar dia.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berencana menerbitkan surat utang sebesar Rp3 triliun pada awal 2013. Nilai tersebut terdiri atas obligasi konvensional sebesar Rp2 triliun dan sukuk Rp1 triliun.
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan, penerbitan surat-surat utang tersebut termasuk dalam Tahap I rencana Penawaran Umum Berkelanjutan PUB) II Adira Finance. PUB tersebut direncanakan selama dua tahun dengan nilai total Rp9 triliun, yang terdiri atas obligasi konvensional Rp8 triliun dan sukuk Rp1 triliun.
“Untuk yang tahap I sebesar Rp3 triliun ini kami harap prosesnya bisa rampung pada pertengahan Februari 2013. Prosesnya sudah mulai pada pertengahan Januari 2013,” kata Made dalam media gathering Bank Danamon di Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Made mengatakan, penerbitan PUB Tahap I akan menggunakan jasa empat perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter), yaitu Standard Chartered Securities, Indopremier Securities, Danareksa Sekuritas, dan HSBC Securities.
“Tenornya masih dibicarakan, paling banyak di satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun. Untuk kupon, tentunya kami ingin kompetitif, tapi kami tidak bisa mendahului pasar,” ungkap dia.
Menurut dia, yield obligasi korporasi masih di level 200-300 basis points (bps) dengan SUN, banyak korporasi lebih kuat dari pemerintah. Jadi, perseroan mau tidak mau otomatis harus mencari yield untuk investor.
Perseroan berharap dapat mener- bitkan surat utang sekitar Rp2 triliun untuk PUB Tahap II. Kendati demikian, Adira Finance baru akan menerbitkan obligasi jika memang terdapat kebutuhan pendanaan yang besar. “Kami hanya cari dana kalau memang ada penjualan yang bagus. Tapi tahun depan, kami percaya masih bisa ber tumbuh minimal 10 persen. Walaupun ada beberapa regulasi yang bisa memperketat bisnis,” kata Made.
Sebelumnya, Adira Finance telah menyelesaikan penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahun 2011 dengan menerbitkan obligasi Tahap II sebesar Rp1,85 triliun, serta Tahap III sebesar Rp1,62 triliun. Total debt to equity ratio (DER) tercatat masih berada di level 3,5 kali. “Untuk pendanaan, porsinya yaitu 50 persen obligasi dan 50 persen pinjaman bank,” ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




