FAO Ingatkan Sulut Jaga Kelestarian Laut
Selasa, 4 Desember 2012 | 20:51 WIB
Pihaknya akan mengawasi terumbu karang. Mereka yang terbukti merusak, langsung ditindak tegas.
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan daerah yang sangat potensial di bidang kelautan, perikanan dan terumbu karang. Potensi ini harus dijaga dan dipelihara karena bermanfaat bagi banyak orang.
Hal itu dikatakan Direktur Organisasi Pangan Dunia (FAO) lembaga Pangan bidang pengelolaan Kelautan, Perikanan dan Pesisir di PBB Prof Dr Ir Indroyono Susilo MSc saat melakukan kunjungan ke Manado Sulut Selasa (4/12).
Indroyono yang saat ini masih menjabat Sekretaris Menkokesra itu dilantik bulan lalu di Kantor FAO di Roma, Italia.
Dia mengatakan, besarnya potensi Sulut di bidang kelautan terbukti dengan dilaksanakannya Konferensi Kelautan Dunia pada Mei 2009 lalu dan pertemuan Coral Triangle Inisiative (CTI) yang dihadiri enam Kepala Negara. ”Jadi kelautan dan terumbu karang sangat potensial karena itu harus dijaga,” katanya.
Dengan dibangunnya kantor CTI di Manado, yang akan diresmikan Presiden SBY Februari 2013 mendatang, Sulut semakin dikenal luas. Menurut Gubernur, Sulut Dr Sinyo Sarundajang peran Prof Indroyono sangat besar dalam Konprensi Kelautan dan CTI Summit. Karena itu, dia sukses menjadi Direktur di FAO lewat perjuangan yang berat.
Sarundajang, mengatakan, Sulut tahun 2014 akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Konfrensi Terumbu Karang Dunia yang akan diikuti puluhan Negara. Konfrensi ini akan memberikan manfaat bagi daerah ini. Karena, potensi besar akan terrumbu karang.
”Jadi kami siap menjadi tuan rumah,” kata Sarundajang.
Dia menambahkan, pihaknya akan mengawasi terumbu karang. Mereka yang terbukti merusak, langsung ditindak tegas.
Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan daerah yang sangat potensial di bidang kelautan, perikanan dan terumbu karang. Potensi ini harus dijaga dan dipelihara karena bermanfaat bagi banyak orang.
Hal itu dikatakan Direktur Organisasi Pangan Dunia (FAO) lembaga Pangan bidang pengelolaan Kelautan, Perikanan dan Pesisir di PBB Prof Dr Ir Indroyono Susilo MSc saat melakukan kunjungan ke Manado Sulut Selasa (4/12).
Indroyono yang saat ini masih menjabat Sekretaris Menkokesra itu dilantik bulan lalu di Kantor FAO di Roma, Italia.
Dia mengatakan, besarnya potensi Sulut di bidang kelautan terbukti dengan dilaksanakannya Konferensi Kelautan Dunia pada Mei 2009 lalu dan pertemuan Coral Triangle Inisiative (CTI) yang dihadiri enam Kepala Negara. ”Jadi kelautan dan terumbu karang sangat potensial karena itu harus dijaga,” katanya.
Dengan dibangunnya kantor CTI di Manado, yang akan diresmikan Presiden SBY Februari 2013 mendatang, Sulut semakin dikenal luas. Menurut Gubernur, Sulut Dr Sinyo Sarundajang peran Prof Indroyono sangat besar dalam Konprensi Kelautan dan CTI Summit. Karena itu, dia sukses menjadi Direktur di FAO lewat perjuangan yang berat.
Sarundajang, mengatakan, Sulut tahun 2014 akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Konfrensi Terumbu Karang Dunia yang akan diikuti puluhan Negara. Konfrensi ini akan memberikan manfaat bagi daerah ini. Karena, potensi besar akan terrumbu karang.
”Jadi kami siap menjadi tuan rumah,” kata Sarundajang.
Dia menambahkan, pihaknya akan mengawasi terumbu karang. Mereka yang terbukti merusak, langsung ditindak tegas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




