PDB RI Capai US$6.000 di 2016
Rabu, 5 Desember 2012 | 19:13 WIB
Di sektor riil, konsumsi dalam negeri meningkat sehingga menggerakkan investasi. Dampaknya, akan meningkatkan jumlah lapangan kerja.
Produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia pada 2016 diperkirakan mencapai US$6.000 dengan pertumbuhan ekonomi meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.
"Siklus yang sedang berlangsung cukup baik," kata Ekonom Deutsche Bank Heriyanto Irawan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/12).
Dia mengatakan, di sektor riil, konsumsi dalam negeri meningkat sehingga menggerakkan investasi. Dampaknya, akan meningkatkan jumlah lapangan kerja.
Tren tersebut, kata Heriyanto, bila digabung dengan pertumbuhan kredit yang meningkat akan menghasilkan penghasilan yang makin kuat. "Apalagi dengan dukungan lingkungan investasi yang aman secara berkelanjutan," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$3.542,9 pada 2012 atau tumbuh 13,8 persen dari tahun sebelumnya.
Heriyanto mengatakan, untuk pertama kalinya pada 2012 rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih banyak pengeluaran pada barang-barang non-makanan dibandingkan dengan makanan selama setahun terakhir.
"Hal tersebut menunjukkan para konsumen tidak mengejar produk-produk yang sama, tetapi membelanjakan penghasilan pada konsumsi produk-produk baru atau yang lebih mewah seiring semakin besarnya penghasilan mereka," kata Heriyanto.
Menurut Heriyanto, berkembangnya penduduk berpenghasilan menengah yang berpotensi meningkat hingga 200 juta pada 2016 merupakan sebuah dinamika penting lainnya. Hal itu dapat membantu memastikan momentum yang kuat di balik perubahan perilaku konsumsi.
"Perubahan itu mengundang lebih banyak pengembangan bisnis dan investasi baru, yang kemudian akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatnya daya beli konsumen, itulah yang kami lihat sebagai siklus yang positif," katanya.
Industri perbankan juga dapat membantu mendorong pertumbuhan, kata Heriyanto, dengan tingkat "gearing" yang rendah dan persaingan antar bank yang semakin ketat. Artinya, kredit akan semakin mudah dan murah.
"Dua dari tiga kredit yang diberikan bank adalah pinjaman yang diberikan kepada para pelaku bisnis, bukan pada para konsumen, hal ini memastikan perluasan dari sisi pasokan tidak ketinggalan oleh lonjakan kebutuhan konsumen yang kuat," katanya.
PDB per kapita merupakan penghitungan PDB atas dasar harga berlaku dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Jika dilihat sejak 2009 , PDB per kapita terus menunjukkan tren positif. Pada 2009 PDB per kapita tercatat hanya Rp23,9 juta atau US$2.349,8 dan PDB per kapita baru Rp23,1 juta atau US$2.267,6.
Produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia pada 2016 diperkirakan mencapai US$6.000 dengan pertumbuhan ekonomi meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.
"Siklus yang sedang berlangsung cukup baik," kata Ekonom Deutsche Bank Heriyanto Irawan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (5/12).
Dia mengatakan, di sektor riil, konsumsi dalam negeri meningkat sehingga menggerakkan investasi. Dampaknya, akan meningkatkan jumlah lapangan kerja.
Tren tersebut, kata Heriyanto, bila digabung dengan pertumbuhan kredit yang meningkat akan menghasilkan penghasilan yang makin kuat. "Apalagi dengan dukungan lingkungan investasi yang aman secara berkelanjutan," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan mencapai US$3.542,9 pada 2012 atau tumbuh 13,8 persen dari tahun sebelumnya.
Heriyanto mengatakan, untuk pertama kalinya pada 2012 rata-rata orang Indonesia menghabiskan lebih banyak pengeluaran pada barang-barang non-makanan dibandingkan dengan makanan selama setahun terakhir.
"Hal tersebut menunjukkan para konsumen tidak mengejar produk-produk yang sama, tetapi membelanjakan penghasilan pada konsumsi produk-produk baru atau yang lebih mewah seiring semakin besarnya penghasilan mereka," kata Heriyanto.
Menurut Heriyanto, berkembangnya penduduk berpenghasilan menengah yang berpotensi meningkat hingga 200 juta pada 2016 merupakan sebuah dinamika penting lainnya. Hal itu dapat membantu memastikan momentum yang kuat di balik perubahan perilaku konsumsi.
"Perubahan itu mengundang lebih banyak pengembangan bisnis dan investasi baru, yang kemudian akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatnya daya beli konsumen, itulah yang kami lihat sebagai siklus yang positif," katanya.
Industri perbankan juga dapat membantu mendorong pertumbuhan, kata Heriyanto, dengan tingkat "gearing" yang rendah dan persaingan antar bank yang semakin ketat. Artinya, kredit akan semakin mudah dan murah.
"Dua dari tiga kredit yang diberikan bank adalah pinjaman yang diberikan kepada para pelaku bisnis, bukan pada para konsumen, hal ini memastikan perluasan dari sisi pasokan tidak ketinggalan oleh lonjakan kebutuhan konsumen yang kuat," katanya.
PDB per kapita merupakan penghitungan PDB atas dasar harga berlaku dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Jika dilihat sejak 2009 , PDB per kapita terus menunjukkan tren positif. Pada 2009 PDB per kapita tercatat hanya Rp23,9 juta atau US$2.349,8 dan PDB per kapita baru Rp23,1 juta atau US$2.267,6.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




