Proyek Geothermal Sering Ditentang, Ini Kata Kementerian ESDM
Kamis, 17 Februari 2022 | 16:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Proyek eksplorasi sumber energi panas bumi atau geothermal sering mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Mereka khawatir pemanfaatan energi panas bumi ini justru malah akan memberikan dampak buruk bagi lingkungannya.
Direktur Panas Bumi Ditjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris menyampaikan, penolakan dari masyarakat tersebut sebetulnya banyak didasarkan oleh kekhawatiran berlebihan yang sebenarnya tidak akan terjadi.
"Sebenarnya kalau saya melihatnya, apa yang diangkat oleh teman-teman tentu banyak hal-hal yang memang dulu sudah pernah ada dan sebenarnya sudah ditangani. Tetapi ada juga hal-hal yang sebenarnya kekhawatiran berlebih saja. Misalnya nanti kalau mengebor panas bumi akan keluar lumpur seperti di Lapindo, padahal sebenarnya tidak. Jadi kadang-kadang masyarakat langsung menjustifikasi seperti itu, padahal beda karakteristik, tidak semua sama," kata Harris dalam program Zooming with Primus bertajuk "Peran Geothermal dalam Transisi Energi" yang disiarkan langsung di Beritasatu TV, Kamis (17/2/2022).
Baca Juga: Holding BUMN Geothermal Dukung Percepatan Pemanfaatan Panas Bumi
Harris juga membantah anggapan kalau eksplorasi geothermal dapat merusak lingkungan atau membuat sumur kering. Berbagai contoh pengembangan geothermal di sejumlah daerah juga telah membantah kekhawatiran itu.
"Saya rasa contoh riil-nya sudah ada. Di Kamojang, Jawa Barat, sudah 40 tahun beroperasi dengan baik, bisa berdampingan baik dengan masyarakat. Dan juga keberadaan PLTP ini membuat pengelolan lingkungan jadi lebih baik daripada hal-hal negatif yang dipikirkan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




