ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Farmasi Komitmen Optimalkan Produk Dalam Negeri

Rabu, 30 Maret 2022 | 11:48 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (berbaju putih) bersama pelaku industri farmasi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (berbaju putih) bersama pelaku industri farmasi. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com – Industri farmasi mengapresiasi upaya pemerintah yang mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) melalui business matching untuk mengoptimalkan pembelian produk dalam negeri. Melalui upaya ini, industri farmasi berharap akan mendongkrak produksi obat dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi.

Presiden Direktur PT Dexa Medica V. Hery Sutanto menyatakan apresiasinya atas upaya pemerintah dalam program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang ditindaklanjuti dengan business matching belum lama ini. "Apa yang dilakukan pemerintah membantu membangkitkan kemauan industri farmasi dalam memproduksi produk dalam negeri dengan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) yang tinggi," kata dia dalam keterangan tertulisnya Rabu (30/3/2022).

Baca Juga: FSP-Farkes Dorong Indonesia Berdaulat Farmasi dan Kesehatan

Dia mengatakan melalui business matching, potensi belanja pasar domestik untuk kebutuhan produk farmasi semakin terbuka. Komitmen yang dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk belanja produk farmasi dalam negeri ber-TKDN tinggi akan menjadi kebangkitan kemandirian farmasi nasional yang dampaknya tidak hanya untuk industri. "Dampak lebih lanjut bagus bagi mitra binaan para petani yang membudidayakan bahan baku melalui produk OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) yang diproduksi Dexa Group," jelas V. Hery.

ADVERTISEMENT

Sementara Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals Krestijanto Pandji mengatakan, menurut catatan Kementerian Kesehatan, dari konsumsi 10 molekul obat terbesar dalam negeri, baru empat obat yang mampu diproduksi dalam negeri yaitu Paracetamol, Clopidogrel, Omeprazole, dan Atorvastatin. Sementara Cefixime, Amlodipine, Candesartan Cilexetil, Bisoprolol, Lansoprazole, Ceftriaxone belum dapat diproduksi dalam negeri. "PT Ferron Par Pharmaceuticals, telah memproduksi salah satu molekul obat yang dikemukakan Kementerian Kesehatan, yakni Omeprazole. Dengan adanya produksi Omeprazole di dalam negeri, kami mendukung peningkatan TKDN industri farmasi lainnya yang memproduksi obat jadi berbahan baku Omeprazole," jelas Krestijanto.

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Kemenperin Bidik Belanja Produk Lokal 80%

Obat Modern Asli Indonesia yang diproduksi oleh Dexa Group merupakan produk ber-TKDN tinggi karena bahan baku, produsen bahan baku, peneliti dan proses penelitian, pengembangan, hingga distribusinya berasal dari Indonesia. Saat ini, Dexa Group telah memproduksi 63% produk OMAI fitofarmaka dari 57 item fitofarmaka yang terdaftar dalam Nomor Izin Edar (NIE) Badan POM. Sementara Obat Herbal Terstandar (OHT) yang diproduksi Dexa Group mencapai 26% dari 125 NIE Badan POM. Director of Research and Business Development PT Dexa Medica Dr. Raymond Tjandrawinata menyampaikan hilirisasi OMAI sebagai produk ber-TKDN tinggi bahkan ada yang mencapai 90%, sangat berpotensi menjadi substitusi impor bahan baku obat untuk kategori obat tertentu. Saat ini OMAI Dexa Group telah diekspor ke mancanegara seperti Filipina, Kamboja, Nigeria, dan Myanmar.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya mengungkapkan, pihaknya menargetkan nilai capaian penggunaan produk dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa sebesar 80%. Terkait keikutsertaan industri farmasi dalam business matching, Menperin menambahkan hal ini sebagai langkah inisiatif pemerintah untuk menciptakan efek domino ekonomi bagi UMKM, petani, dan pedagang bahan baku herbal. "Apabila setiap aktivitas ekonomi memberikan multiplier efek kepada UMKM, ini akan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam perekonomian Nasional," kata Menperin.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kepala BPOM Raih Penghargaan Kepemimpinan Pengawasan Obat Nasional

Kepala BPOM Raih Penghargaan Kepemimpinan Pengawasan Obat Nasional

EKONOMI
Kemenkes Siapkan Regulasi Baru Transparansi Harga Obat di Seluruh RS

Kemenkes Siapkan Regulasi Baru Transparansi Harga Obat di Seluruh RS

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon