ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lebaran Usai, Waspadai Risiko Kenaikan Inflasi Tetap Tinggi

Kamis, 19 Mei 2022 | 06:19 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Ilustrasi inflasi
Ilustrasi inflasi (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Pekan ini tercatat semua berbagai aktivitas perekonomian kembali normal setelah libur panjang Lebaran 2022. Seperti diketahui dengan menurunnya kasus harian Covid-19, pemerintah tahun ini melonggarkan berbagai syarat untuk bepergian termasuk mudik yang mengakibatkan tingginya mobilitas masyarakat sebelum dan sesudah periode Lebaran.

Di awal tahun 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan harga atau inflasi tahunan per Desember 2021 sebesar 1,87%.

Angka tersebut merupakan angka inflasi tahunan tertinggi dalam 2 tahun terakhir. Penyumbang inflasi terbesar datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan kenaikan sebesar 1,6%, diikuti oleh komponen transportasi yang datangnya dari angkutan udara dengan kenaikan sebesar 0,6%.

Baca Juga: Bursa Asia Mixed di Tengah Komitmen Inflasi the Fed

ADVERTISEMENT

Keadaan kian diperparah dengan masih berlangsungnya perang Rusia - Ukraina yang menyebabkan harga sejumlah komoditas global dan energi yang semakin melejit tinggi. Sejumlah harga pangan yang merangkak naik seperti harga minyak goreng, harga kedelai yang tinggi dan harga beras yang sudah mulai naik harga juga menjadi pendorong inflasi.

Kondisi ini memicu kenaikan level inflasi di berbagai negara, serta menahan laju pemulihan ekonomi global yang sedang berlangsung, seperti inflasi Turki yang nyaris menyentuh 70 persen pada April lalu, menembus rekor tertinggi selama 20 tahun terakhir. Lonjakan inflasi yang terjadi sejak tahun lalu tersebut diperparah oleh konflik Rusia - Ukraina yang membuat harga energi dan komoditas semakin meroket.

"Dengan munculnya varian Omicron Covid-19 beberapa bulan lalu ditambah dengan ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, tentu bukan hal yang mudah bagi Indonesia untuk menahan laju inflasi, kita tetap perlu mengapresiasi kebijakan - kebijakan yang telah dilakukan pemerintah sampai saat ini dalam melakukan pemulihan ekonomi nasional," ujar Johanna Gani, CEO Grant Thornton Indonesia dalam siaran pers, Kamis (19/5/2022).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Anggaran Rp 911 Miliar, Diskon Lebaran 2026 Tekan Inflasi

Anggaran Rp 911 Miliar, Diskon Lebaran 2026 Tekan Inflasi

MULTIMEDIA
PGN Pastikan 62,984 Pelanggan Rumah Tangga dan Usaha Kecil Tetap Andal Tanpa Kendala Usai Lebaran

PGN Pastikan 62,984 Pelanggan Rumah Tangga dan Usaha Kecil Tetap Andal Tanpa Kendala Usai Lebaran

EKONOMI
Lebaran Usai, Cek Kesehatan dan Reset Keuangan

Lebaran Usai, Cek Kesehatan dan Reset Keuangan

LIFESTYLE
Kirab Ketupat Cokelat Semarakkan Tradisi Kupatan di Blitar

Kirab Ketupat Cokelat Semarakkan Tradisi Kupatan di Blitar

JAWA TIMUR
Peredaran Uang Tunai pada Lebaran 2026 Tembus Rp 1.370 Triliun

Peredaran Uang Tunai pada Lebaran 2026 Tembus Rp 1.370 Triliun

EKONOMI
8 Bentuk Gratifikasi yang Wajib Diwaspadai PNS Saat Lebaran

8 Bentuk Gratifikasi yang Wajib Diwaspadai PNS Saat Lebaran

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon