Kenaikan Laba Emiten Dorong Wall Street ke Area Positif
Rabu, 23 Januari 2013 | 07:37 WIB
Kenaikan laba emiten mampu mengangkat indeks.
Newyork - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan semalam waktu setempat (Rabu pagi WIB) ditutup menguat meski sejumlah data ekonpmi menunjukkan tren tidak bagus.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 62,51 poin (0,46 persen) menjadi 13.712,21. Sementara indeks S&P 500 naik 6,58 poin (0,44 persen) menjadi 1.492,56. Indeks komposit teknologi Nasdaq Composite naik 8,47 poin (0,27 persen) menjadi 3.143,18.
Kenaikan Wall Street di tengah data penjualan perumahan yang melemah. National Association of Realtors menyatakan, penjualan rumah existing (home resales) pada bulan Desember 2012 melemah 1 persen mencapai 4,94 juta unit.
Meski data perumahan melemah, analis Charles Schwab & Co. menyatakan, kenaikan Wall Street didukung beberapa laporan emiten yang menyatakan kenaikan laba.
"Kenaikan indeks akibat kuatnya laba dari perkiraan awal sejumlah saham unggulan (Dow)," kata Charles,di Newyork, Selasa (21/1).
Saham Verizon Communications naik 0,9 persen setelah mendapat sekitar 2,1 juta pelanggan nirkabel baru. Padahal perusahaan itu mengalami kerugian besar dan pendapatan di bawah ekspektasi,
Saham Insurance The Travelers Co naik 2,2 persen setelah melaporkan laba yang di atas ekspektasi para analis karena pembayaran klaim perusahaan lebih rendah akibat bencana alam dibandingkan 2011.
Berita itu juga memberi dukungan kepada AIG, yang naik 2,3 persen. Perusahaan pertambangan Freeport-McMoran Copper & Gold, yang juga labanya mengalahkan perkiraan, melonjak 4,6 persen. Delta Air Lines naik 2,9 persen setelah melaporkan laba yang sesuai harapan.
Saham jasa keuangan juga melonjak di tengah membaiknya sentimen makro ekonomi. Di antara mereka yang menguat adalah saham Bank of America naik 1,9 persen, Morgan Stanley naik 2,7 persen, Goldman Sachs naik 1,0 persen dan State Street naik 3,5 persen.
Produsen BlackBerry, Research in Motion, melonjak 13 persen.
Sementara sejumlah saham yang melemah adalahJohnson & Johnson turun 0,7 persen.Adapun saham Boeing, yang sedang menjalani pemeriksaan dari pengawas menyusul masalah baru-baru ini dengan pesawat baru Boeing 787 Dreamliner, turun lagi, sebesar 0,9 persen.
Newyork - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street pada perdagangan semalam waktu setempat (Rabu pagi WIB) ditutup menguat meski sejumlah data ekonpmi menunjukkan tren tidak bagus.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 62,51 poin (0,46 persen) menjadi 13.712,21. Sementara indeks S&P 500 naik 6,58 poin (0,44 persen) menjadi 1.492,56. Indeks komposit teknologi Nasdaq Composite naik 8,47 poin (0,27 persen) menjadi 3.143,18.
Kenaikan Wall Street di tengah data penjualan perumahan yang melemah. National Association of Realtors menyatakan, penjualan rumah existing (home resales) pada bulan Desember 2012 melemah 1 persen mencapai 4,94 juta unit.
Meski data perumahan melemah, analis Charles Schwab & Co. menyatakan, kenaikan Wall Street didukung beberapa laporan emiten yang menyatakan kenaikan laba.
"Kenaikan indeks akibat kuatnya laba dari perkiraan awal sejumlah saham unggulan (Dow)," kata Charles,di Newyork, Selasa (21/1).
Saham Verizon Communications naik 0,9 persen setelah mendapat sekitar 2,1 juta pelanggan nirkabel baru. Padahal perusahaan itu mengalami kerugian besar dan pendapatan di bawah ekspektasi,
Saham Insurance The Travelers Co naik 2,2 persen setelah melaporkan laba yang di atas ekspektasi para analis karena pembayaran klaim perusahaan lebih rendah akibat bencana alam dibandingkan 2011.
Berita itu juga memberi dukungan kepada AIG, yang naik 2,3 persen. Perusahaan pertambangan Freeport-McMoran Copper & Gold, yang juga labanya mengalahkan perkiraan, melonjak 4,6 persen. Delta Air Lines naik 2,9 persen setelah melaporkan laba yang sesuai harapan.
Saham jasa keuangan juga melonjak di tengah membaiknya sentimen makro ekonomi. Di antara mereka yang menguat adalah saham Bank of America naik 1,9 persen, Morgan Stanley naik 2,7 persen, Goldman Sachs naik 1,0 persen dan State Street naik 3,5 persen.
Produsen BlackBerry, Research in Motion, melonjak 13 persen.
Sementara sejumlah saham yang melemah adalahJohnson & Johnson turun 0,7 persen.Adapun saham Boeing, yang sedang menjalani pemeriksaan dari pengawas menyusul masalah baru-baru ini dengan pesawat baru Boeing 787 Dreamliner, turun lagi, sebesar 0,9 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




