ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KAI Rilis Obligasi Rp 3 T untuk Ekspansi dan Refinancing

Kamis, 14 Juli 2022 | 16:18 WIB
MF
WP
Penulis: Muhamad Ghafur Fadillah | Editor: WBP
Kereta api melewati pelintasan sebidang.
Kereta api melewati pelintasan sebidang. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis obligasi dan sukuk sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun. Dananya akan digunakan untuk ekspansi angkutan batu bara, bandara, dan pembiayaan utang (refinancing).

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, dana obligasi digunakan untuk pengembangan angkutan batu bara Sumatera bagian selatan dengan alokasi dana Rp 1,81 triliun. KAI juga berencana menggunakan dana untuk pembayaran jatuh tempo obligasi I tahun 2017 seri A sebesar Rp 1 triliun. "Sedangkan sisanya untuk pengadaan sarana KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS) sebesar Rp 185 miliar," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (14/7/22).

Secara terinci KAI akan membagi obligasi dan sukuk dalam tiga seri. Seri A dengan tenor 5 tahun dan kupon sebesar 7,45% hingga 8,10%, Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan kupon 7,80% - 8,50% per tahun.

Bertindak penjamin pelaksana emisi obligasi yaitu Mandiri Sekuritas, CIMB Sekuritas, dan BRI Danareksa Sekuritas. Obligasi dan sukuk telah mendapatkan peringkat AA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada 13 April 2022.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Kereta Api Pangrango Bogor-Sukabumi Kembali Beroperasi

Adapun masa penawaran awal pada 14 Juli 2022, tanggal efektif 28 Juli 2022, masa penawaran umum pada 1 Agustus hingga 2 Agustus 2022, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Agustus 2022.

Lebih lanjut, Didiek mengatakan, rencana pengembangan pada angkutan batu bara itu tidak lepas dari besarnya potensi bisnis. Batu bara merupakan komoditi angkutan barang terbesar KAI. Pada tahun 2021, KAI mengangkut 38,36 juta ton batu bara, atau 76,32% dari total angkutan barang KAI sebesar 50,26 juta ton.

Dalam pengembangan tersebut, KAI akan memperbarui sistem persinyalan serta membangun jalur ganda untuk meningkatkan kapasitas sehingga lebih banyak perjalanan KA beroperasi. Selain itu, KAI juga akan melakukan pengembangan pada fasilitas perawatan sarana dan prasarana serta pengembangan stasiun muat dan bongkar. Dengan sarana dan prasarana yang andal maka volume angkutan batu bara dapat ditingkatkan.

"Dengan pengembangan tersebut, KAI menargetkan volume angkutan batu bara menjadi sebanyak 105,25 juta ton di tahun 2027, meningkat 174,38% dibanding pencapaian di tahun 2021," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KAI Akan Tutup 40 Pelintasan Liar di Jakarta pada 2026

KAI Akan Tutup 40 Pelintasan Liar di Jakarta pada 2026

JAKARTA
Tabrakan Kereta di Bekasi Jadi Alarm Keras Perlintasan Sebidang

Tabrakan Kereta di Bekasi Jadi Alarm Keras Perlintasan Sebidang

NASIONAL
Modernisasi Kereta Api, Perbaikan Perlintasan Sebidang Mendesak

Modernisasi Kereta Api, Perbaikan Perlintasan Sebidang Mendesak

JAWA TIMUR
Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek, Netizen Debat Soal Trauma

Argo Bromo Anggrek Jadi KA Anggrek, Netizen Debat Soal Trauma

NASIONAL
Update Tragedi KRL Bekasi, Kelalaian Perekrutan Sopir Taksi Terkuak

Update Tragedi KRL Bekasi, Kelalaian Perekrutan Sopir Taksi Terkuak

MULTIMEDIA
Ribuan Perlintasan Kereta Ilegal Hantui Keselamatan Publik!

Ribuan Perlintasan Kereta Ilegal Hantui Keselamatan Publik!

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon