ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KAI Akan Tutup 40 Pelintasan Liar di Jakarta pada 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:53 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi penutupan perlintasan liar.
Ilustrasi penutupan perlintasan liar. (Antara/PT KAI Daop 1 Jakarta)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menargetkan penutupan sekitar 40 pelintasan liar sepanjang 2026 guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat di sekitar jalur rel.

Deputi 2 Daop 1 Jakarta PT KAI, Deddy Hendrady, mengatakan pelintasan liar yang menjadi target penutupan umumnya memiliki lebar kurang dari 2 meter dan tidak dilengkapi penjaga resmi.

“Kita ditugaskan untuk menyelesaikan sekitar 40 pelintasan liar, lebarnya kurang dari 2 meter dan tidak ada penjaga. Kita akan tutup untuk keselamatan operasional kereta api,” kata Deddy kepada wartawan di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Deddy, terdapat lima pelintasan swadaya di kawasan antara Cawang hingga Tebet yang telah dikoordinasikan untuk ditutup bersama unsur pemerintah wilayah setempat.

Namun, pada 2026 ini PT KAI baru dapat melaksanakan penutupan satu lokasi pelintasan liar di kawasan Tebet-Cawang. Hal tersebut karena proses penutupan masih membutuhkan dukungan dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah.

“Kalau tahun ini hanya satu saja. Kalau program KAI memang ada lima, tetapi nanti tidak tahu kita dibantu dari pemda apakah ditutup semua atau tidak,” ujarnya.

Deddy menegaskan seluruh pelintasan liar memiliki tingkat risiko yang sama terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun warga yang melintas.

Menurut dia, pembangunan pelintasan resmi memerlukan biaya besar dan dukungan infrastruktur memadai, termasuk penyediaan pos penjagaan, alat keselamatan, hingga sumber daya manusia untuk operasional.

“Keterbatasan lahan juga karena biaya juga, karena besar buat membuatnya, karena kita harus punya alatnya, punya posnya, terus merekrut SDM-nya untuk penjagaan,” kata Deddy.

Sebelumnya, PT KAI Daop 1 Jakarta telah menutup salah satu pelintasan sebidang liar di jalur antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang sebagai langkah preventif mengurangi potensi kecelakaan.

Penutupan tersebut dilakukan setelah melalui proses musyawarah bersama warga sekitar. Lokasi penutupan bahkan dipindahkan berdasarkan masukan masyarakat.

Menurut Deddy, perpindahan lokasi penutupan dilakukan karena lintasan di wilayah RT 05 dinilai lebih banyak digunakan warga dibandingkan lokasi lainnya.

Langkah penutupan pelintasan liar menjadi bagian dari upaya PT KAI meningkatkan disiplin keselamatan di kawasan jalur rel, sekaligus menekan angka kecelakaan yang masih kerap terjadi di perlintasan tidak resmi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon