Inflasi AS Melambat, Melonggarkan Tekanan the Fed
Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:21 WIB
Laporan tersebut merupakan kabar baik bagi para pekerja, yang mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,5% dalam upah riil. Penghasilan per jam rata-rata yang disesuaikan dengan inflasi masih turun 3% dari tahun lalu.
Meskipun tekanan inflasi agak mereda tetapi masih tetap mendekati level tertingginya sejak awal 1980-an.
Rantai pasokan yang tersumbat, permintaan barang yang terlalu besar daripada jasa, dan triliunan dolar dalam stimulus fiskal dan moneter terkait pandemi telah menciptakan harga tinggi dan di sisi lain, pertumbuhan ekonomi yang lambat menjadi tantangan para pembuat kebijakan.
Sementara inflasi memanas, produk domestik bruto AS terkoreksi untuk dua kuartal pertama tahun 2022. Kombinasi antara pertumbuhan yang lambat dan kenaikan harga dikaitkan dengan stagflasi. Angka inflasi hari Rabu bisa membuat The Fed sedikit melonggarkan kebijakan.
Komentar terbaru dari the Fed mengarah ke kenaikan suku bunga 0,75 poin persentase ketiga berturut-turut pada pertemuan September. Namun, menyusul laporan inflasi CPI, pasar sekarang mengantisipasi peluang yang lebih baik untuk pergerakan 0,5 poin persentase yang lebih rendah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




