Inflasi AS Melambat, Melonggarkan Tekanan the Fed
Kamis, 11 Agustus 2022 | 06:21 WIB
Washington, Beritasatu.com - Inflasi AS naik 8,5% pada Juli dari tahun lalu, melambat dari 9,1% di bulan sebelumnya, ditopang penurunan harga bensin. Inflasi Juli lebih rendah dibanding perkiraan pasar.
Pada basis bulanan, harga datar karena harga energi turun 4,6% dan bensin turun 7,7%. Menurunnya harga energi dan BBM mengimbangi kenaikan bulanan 1,1% dalam harga pangan dan peningkatan 0,5% dalam biaya tempat tinggal.
Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan headline inflasi meningkat 8,7% secara tahunan dan 0,2% bulanan.
Inflasi inti (core CPI), yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik 5,9% secara tahunan dan 0,3% bulanan, dibandingkan dengan perkiraan masing-masing sebesar 6,1% dan 0,5%.
Pasar bereaksi positif terhadap laporan inflasi, dengan kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 400 poin dan imbal hasil obligasi pemerintah turun tajam.
Baca Juga: Nantikan Data Baru Inflasi AS, Pasar Aset Kripto Tertekan
"Segalanya bergerak ke arah yang benar," kata Aneta Markowska, kepala ekonom di Jefferies. "Ini adalah laporan paling menggembirakan dalam beberapa waktu."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




