Sukses Digelar,
Modern Marketing Talk 2022 Bahas Inovasi Pemasaran
Rabu, 7 September 2022 | 10:42 WIBJakarta, Beritasatu.com - Asosiasi pemasaran MMA Global Indonesia baru saja menggelar The Modern Marketing Talk 2022 pada 24 Agustus 2022 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan.
Modern Marketing Talk menghadirkan jajaran pakar industri untuk berbagi visi, keahlian, pengalaman, studi kasus, dan pembelajaran mereka tentang inovasi pemasaran apa yang akan mendominasi dan bagaimana memanfaatkannya untuk mendapatkan keunggulan di pasar. Sesi-sesi di Modern Marketing Talk fokus pada solusi pemasaran inovatif berdasarkan penelitian terbaru tentang perilaku konsumen.
MMA Global Indonesia telah bermitra dengan perusahaan terkemuka yaitu Google, TikTok, Grab, Integral Ad Science (IAS), dan The Trade Desk.
"Bagi para pemimpin pemasaran, medan pertempurannya saat ini adalah digital, dan sangat penting bagi mereka untuk mengembangkan kerangka kerja yang solid yang akan membantu perusahaan bertemu pelanggannya di mana mereka berada. Pemasar sekarang harus menggunakan MarTech yang canggih dan praktik-praktik berdasarkan data yang berorientasi pada pendekatan yang lebih personal," ungkap Rohit Dadwal, Managing Director, MMA Global APAC.
Antoine de Carbonnel, Board of Director, MMA Global Indonesia & CCO Gojek Indonesia menekankan peran MMA dalam ekosistem digital yang terus berkembang.
"MMA merupakan asosiasi yang sangat penting bagi industri pemasaran di Indonesia karena perkembangan dunia digital yang begitu pesat. Saya selalu terkesan dengan banyaknya waktu dan pemikiran yang digunakan oleh MMA BOD dan tim dalam mengembangkan program industri dan menjalin hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem. Acara seperti ini hanyalah salah satu dari sekian banyak inisiatif dan kami berharap dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ungkap Antoine.
Baca Juga: MMA Modern Marketing Talk Akan Bahas Masa Depan Martech
Brand Safety and MarTech Report 2022
Di kesempatan yang sama, MMA Global Indonesia meluncurkan Brand Safety and MarTech Report 2022.
MMA Global Indonesia berkolaborasi dengan organisasi pemasaran dan periklanan paling berpengaruh dan mapan di Indonesia serta para thought leaders untuk mengumpulkan riset terbaru tentang outlook, tren, data, teknologi, dan strategi yang akan membuka jalan bagi masa depan industri.
Laporan ini memberikan data dan analisis yang tajam di seluruh spektrum industri pemasaran dan periklanan. Penelitian yang disajikan di sini dapat membantu para profesional di bidang pemasaran memetakan perencanaan untuk strategi MarTech serta memastikan bahwa brands mereka sejalan dengan perkembangan dan peraturan terkait brand safety.
"Sejak pandemi, fokus industri kita tertuju pada digitalisasi. Untuk membantu transformasi ke ranah digital ini, kami bekerja sama dengan industry experts untuk mengumpulkan riset dan analisis berbasis data yang terhimpun dalam MMA Brand Safety and MarTech Report 2022. Laporan ini tidak hanya menyoroti tren pemasaran yang inovatif tetapi juga solusi strategis untuk tantangan yang dihadapi industri saat berhadapan dengan lanskap digital yang terus berkembang," ungkap Shanti Tolani, Country Head & Board of Director, MMA Global Indonesia.
Bagian penting dari laporan ini adalah Brand Safety Survey 2022 yang dilakukan oleh MMA Global Indonesia dan Decision Lab. Survei tersebut melibatkan para profesional dari berbagai industri untuk mengetahui kondisi brand safety di Indonesia.
Hasil menunjukkan bahwa 73% responden mengetahui dan menerapkan pedoman peraturan untuk sektor mereka. Selain itu, 56% dari mereka yang disurvei menegaskan bahwa organisasi mereka telah memiliki pedomanpengendalian pembajakan. Survei lebih lanjut menekankan pentingnya brand safety; data menunjukkan bahwa lebih dari separuh audiens sadar akan pemborosan yang timbul tanpa pedoman brand safety.
Laporan tersebut juga menyoroti pergeseran paradigma yang muncul dengan timbulnya pandemi. Dengan latar belakang ini, Tokopedia menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan berinvestasi secara signifikan dalam digitalisasi bisnis dan eCommerce mereka "berkontribusi 54% dari pertumbuhan ekonomi digital".
Terobosan dalam eCommerce juga dibahas dalam laporan ini - Shoppertainment, tren eCommerce baru yang diprediksi akan bernilai USD 1 triliun di APAC pada tahun 2025. Shoppertainment mengacu pada konsep 'entertainment-first, commerce-second'.
Penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki volume Shoppertainment yang tinggi - GMV Shoppertainment saat ini mencapai USD 6,5 miliar dan diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 62% hingga melebihi USD 27 miliar pada tahun 2025.
Unduh laporan MMA Global Indonesia Brand Safety & MarTech 2022 di sini.
Baca Juga: Joe Biden Yakin Bakal Bertemu Xi Jin Ping di KTT G-20 Bali
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




