Logo BeritaSatu

Disrupsi Rantai Pangan, Kerja Sama Indonesia Australia Diperkuat

Jumat, 7 Oktober 2022 | 12:33 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Implementasi kerja sama ekonomi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diharapkan lebih konkret di tengah meningkatkan disrupsi supply chain atau rantai pangan dan pertanian akibat pemanasan global dan perubahan iklim serta persoalan geopolitik.

"Kami mendorong kerja sama konkret antara Indonesia dengan Australia antisipasi rantai pangan," kata Founder and Chairman PT Jababeka Tbk (KIJA) SD Darmono dalam webinar "A Framework of IA-CEPA Global Supply Chain Food Security’ di Jakarta, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Jumat (7/10/2022).

Advertisement

Darmono menilai Indonesia memiliki pasar besar dengan total 250 juta penduduk, sedangkan Australia memiliki teknologi, inovasi, akses kapital dan akses ke market dunia. "Australia dan Indonesia memiliki keunggulan yang saling melengkapi," kata dia.

Darmono menyampaikan bahwa kerja sama bisa memanfaatkan lahan yang belum digunakan Indonesia dan Australia dalam bentuk kerja sama joint venture terkait rantai pangan. Tujuannya, memperlihatkan ke dunia bahwa Indonesia-Australia bisa berkontribusi terhadap permasalahan rantai pangan.

"Kita bisa dengan open source di KEK Tanjung Lesung (di Banten) seluas 1.500 hektare, di mana banyak orang berdatangan. Kita punya hotel, golf course, marina juga sedang dibangun. Ini merupakan tempat orang bisa datang dan relaks. Selain itu, secara geografis sangat strategis karena berdekatan dengan Selat Sunda yang menjadi jalur perdagangan. Kita bisa mulai dari sana dalam upaya menjalankan proyek agrobisnis,” terang Darmono.

Kerja sama juga bisa memanfaatkan lahan melalui KEK Morotai di Provinsi Maluku Utara. Dengan luas 1.101,76 hektare, KEK Morotai punya potensi perikanan, yaitu ikan tuna, cakalang, tongkol, udang vaname dan budidaya rumput laut.
Selain itu, KEK Morotai memiliki potensi pertanian (agrobisnis) dan sumber daya alam, seperti seperti batu bara, emas, mangan, dan nikel. "Lokasinya juga strategis yaitu jalur perdagangan antar negara dan benua yang dekat dengan Australia," kata dia.

Darmono mengunkapkan Pulau Morotai memiliki komoditas hasil pertanian unggulan yaitu kelapa, cengkih, pala, padi, dan kakao. Untuk luas padi sawah mencapai 1.450 hektare. Sementara untuk komoditas kelapa, sudah mulai digarap oleh investor dari Jepang termasuk pelatihan-pelatihan untuk masyarakat lokal.

“Kita tinggal start dengan merumuskan konsep dan plan untuk bekerja sama, kita juga harus punya mimpi bersama dengan investor Australia mengenai kerja sama (food) supply chain ini," kata Darmono di webinar yang diikuti lebih dari 100 orang ini.

Baca selanjutnya
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi Lukman mengatakan bahwa ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pemerintah Perketat Pengawasan Koperasi

Dalam draf RUU Perkoperasian, pengawasan terhadap koperasi akan diperketat untuk mencegah terulangnya kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Threego Indonesia Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif

Kolaborasi terintegrasi menjadi strategi utama Threego Indonesia untuk memaksimalkan akselerasi pertumbuhan industri kreatif di tanah air.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Sri Mulyani: Tahun Politik Jangan Sampai Mengganggu Minat Investasi

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah terus memberikan insentif perpajakan dalam bentuk tax allowance dan tax holiday dalam mendorong investasi.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Sri Mulyani Apresiasi Ketangguhan Sektor Manufaktur

Sri Mulyani mengatakan, manufaktur menjadi salah satu sektor yang tetap tumbuh di tengah kondisi pandemi covid-19.

EKONOMI | 27 Januari 2023

PTPP Tempuh Jalur Hukum Atas Gugatan Kembali CV Surya Mas

Bakhtiyar mengatakan, PTPP akan menempuh jalur hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku untuk memulihkan hak-haknya sebagai badan usaha.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Garap Proyek Baru, INPP Siapkan Belanja Modal Rp 800 Miliar

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 800 miliar pada tahun ini.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Cermati Targetkan Jumlah Pengguna Tumbuh Double Digit

Cermati sebagai fintech aggregator menyediakan berbagai macam informasi untuk membantu masyarakat menemukan produk keuangan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Bukapangan Cegah Krisis Pangan Lewat ZIS dan Wakaf

Mirah Hartika mengatakan, Bukapangan sangat serius menjadikan pangan sebagai gerbang pembuka pintu pemberdayaan masyarakat.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Standard & PoorKerek Peringkat Bumi Resources Jadi B Minus

Lembaga pemeringkat global Standard & Poor (S&P) menaikkan peringkat long-term issuer credit PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari sebelumnya CCC menjadi B Minus.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BRI Targetkan Kredit Mikro dan Ultra Mikro Tumbuh 8 Persen

BRI mencatat, masih ada 20,7% dari total kecamatan atau sebanyak 1.502 kecamatan memerlukan intervensi program literasi keuangan yang kuat.

EKONOMI | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Band Wali Rilis Lagu Berbahasa Sunda Kumaha Aing

Band Wali Rilis Lagu Berbahasa Sunda Kumaha Aing

LIFESTYLE | 34 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE