Pasar Obligasi Cemas Menanti Suku Bunga the Fed
Minggu, 30 Oktober 2022 | 16:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga Surat Utang Negara (SUN) pekan ini kembali mengalami tekanan sejalan dengan kekhawatiran pasar akan kembali meningkatnya suku bunga dan juga tingkat inflasi global. Adapun imbal hasil untuk tenor 10 tahun diperkirakan bergerak pada 7,18%-7,89%.
Fixed Income Analyst PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin menjelaskan, pasar pekan ini cenderung menunggu hasil rapat dari The Fed yang akan digelar pada 1 sampai 2 November 2022. Pasar sendiri berekspektasi apabila The Fed kenaikan suku bunga menjadi lebih landai. Bila hal itu terjadi, maka kenaikan moderat suku bunga The Fed akan cenderung mendorong kenaikan moderat dalam yield Amerika Serikat an berimbas juga kepada yield atau imbal hasil dalam negeri.
"Namun, jika the Fed masih menaikkan suku bunga secara agresif, misalnya 50-75 basis poin (bps), saya rasa, pasar akan memandangnya secara negatif. Dan itu akan mendorong yield naik tinggi, tidak lagi moderat," jelasnya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.
Selain the Fed, rilis tingkat inflasi domestik adalah yang ditunggu pasar. Itu juga akan mempengaruhi pergerakan yield di pekan depan. Ahmad mengatakan, pada bulan September inflasi naik menjadi 5,95% dari 4,69% pada bulan sebelumnya imbas dari kenaikan bahan bakar. "Hal ini, diproyeksikan akan terus berlanjut hingga Oktober 2022, terlebih harga minyak saat ini kembali naik menjadi di sekitar $95 per barel setelah sebelumnya sempat turun di bawah $90 per barel," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




