Pasar Obligasi Cemas Menanti Suku Bunga the Fed
Minggu, 30 Oktober 2022 | 16:05 WIB
Sebagai informasi, pada Selasa 1 November 2022 mendatang, pemerintah berencana melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sebanyak 6 seri yang akan masuk dalam lelang tersebut dengan target indikatif Rp 5 triliun. Ahmad sendiri memproyekiskan penawaran yang masuk tidak akan banyak berubah dari gelaran lelang sebelumnya. Pasalnya, mencermati hasil lelang yang sudah dilakukan dari awal Oktober penawarn ang masuk cendeung lemah yang terindikasi dari bid-to-cover ratio yang hanya 1,81 kali, lebhi rendah daripada bulan-bulan sebelumnya yang mana mencapai lebih dari 2,5 kali.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Ahmad memperkirakan lelang pekan depan akan membukukan bid-to-cover ratio sekitar 1,7-2,5 kali. Dengan kata lain, penawaran yang akan masuk sekitar Rp 8,5 triliun hingga Rp 12,5 triliun.
Sementara itu, Nico mengatakan, pelaku pasar dan investor masih akan menunggu untuk masuk ke dalam pasar obligasi hingga kenaikkan tingkat suku bunga mereda. Sejauh ini Pilarmas melihat hingga akhir tahun, penyerapan di pasar lelang akan tergantung sejauh mana issue inflasi dan kenaikkan tingkat suku bunga mereda.
Selama issue tersebut masih ada, Nico menyakini, pelaku pasar dan investor akan cenderung wait and see, setidaknya hingga akhir tahun. Untuk lelang sendiri, Pilarmas memproyeksikan bahwa total penawaran yang masuk akan berkisar Rp 15 triliun – Rp 20 triliun, dengan dominasi oleh investor local.
"Pemerintah juga tidak menggunakan strategi front loading di tahun ini, lebih cenderung mengandalkan pembiayaan selain melalui utang," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




