Babak Baru Dimulai, INTA Raih Restrukturisasi Utang dari Mandiri
Minggu, 6 November 2022 | 15:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- PT Intraco Penta Tbk (INTA), emiten penyedia alat berat/alat konstruksi, berhasil restrukturisasi utang dalam rangka penyelesaian fasilitas kredit perseroan dan anak usaha, yaitu PT Intraco Penta Wahana (IPW), PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) dan PT Columbia Chrome Indonesia (CCI) terhadap Bank Mandiri. Selain restrukturisasi, INTA berhasil mendapat fasilitas baru berupa L/C atau surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN) kepada IPW.
Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk (INTA) Petrus Halim mengungkapkan, dengan fasilitas restrukturisasi, memungkinkan perseroan memperbaiki arus kas, karena beban pembayaran kepada bank kreditur menjadi lebih ringan sekaligus meningkatkan kolektibilitas usaha Intraco Penta Group secara bertahap menjadi status Lancar. "Transaksi ini melibatkan novasi utang anak usaha IPW, IPPS, dan CCI, semua diikat dalam satu paket dengan skema restrukturisasi berupa perubahan jangka waktu pinjaman menjadi 10 tahun," kata dia Minggu (6/11/2022).
Selain restrukturisasi pinjaman, kata dia, INTA mendapatkan fasilitas L/C atau SKBDN kepada IPW. Melalui fasilitas tersebut, INTA optimismis dapat memenuhi target kinerja di sisa tahun ini.
Petrus menambahkan, IPW memiliki principal yang siap mendukung yakni LiuGong melalui Liugong Machinery Indonesia (LMI) dan Teckhing yang kinerjanya cukup sukses pada Mining Expo Oktober 2022 lalu. "Melalui fasilitas ini, INTA yakin dapat memperoleh hasil lebih baik dari tahun sebelumnya karena tren penjualan alat berat terus bertumbuh seiring tingginya harga sejumlah komoditas khususnya pertambangan dan perkebunan yang turut mengerek penjualan alat berat INTA," ujarnya.
Dalam pandangan perseroan, prospek usaha pada tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, khususnya di bidang-bidang industri terkait dengan alat berat seperti peningkatan kebutuhan sektor industri komoditas terhadap alat berat baik batu bara, nikel maupun agribisnis, manufaktur dan infrastruktur serta industri lainnya.
Fokus utama INTA adalah modal kerja yang harus lebih dioptimalkan. Dengan modal kerja baik, perseroan akan lebih leluasa untuk melakukan ekspansi.
Sementara menilik laporan keuangan semester pertama 2022, perseroan telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 334,35 miliar sepanjang semester I 2022, meningkat 18,30% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan usaha INTA di semester I 2021 yang sebesar Rp 282,62 miliar.
Mayoritas pendapatan usaha INTA di paruh pertama tahun ini disumbangkan oleh penjualan alat-alat berat sebesar Rp 168,14 miliar, kemudian diikuti oleh penjualan suku cadang sebesar Rp 102,59 miliar. Selain itu, INTA juga mencetak pendapatan jasa sebesar Rp 52,61 , miliar di enam bulan pertama tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




